Penulis : Raiza Gabriel Makaliwuge
Manado-Sejumlah Dosen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) hari ini mendatangi kantor Rektorat untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., menyusul aksi damai “Tukin For All” yang mereka pelopori pada 20 Mei lalu.
Pertemuan ini bertujuan untuk mengklarifikasi niat di balik aksi tersebut dan menegaskan kembali komitmen para dosen dalam menjaga nama baik almamater.
Para dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), termasuk Ir. Lalu Wahyudi, M.P., Dr. Ratna Siahaan, dan Dr. Regina ButarButar, didampingi Dekan FMIPA Dr. Gerald Tamuntuan dan Wakil Dekan II FMIPA Dr. Dolfie Pandara, diterima langsung oleh Rektor Sompie.
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Lalu Wahyudi mewakili para dosen menyampaikan permohonan maaf. “Sebelumnya kami mohon maaf kepada semua civitas akademika Unsrat atas kegaduhan yang terjadi, lebih khusus bagi Rektor Prof. Berty Sompie dan pimpinan Unsrat,” ujar Wahyudi.
Ia menegaskan bahwa aksi damai tersebut murni sebagai bentuk solidaritas untuk memperjuangkan Tukin For All (Tunjangan Kinerja Untuk Semua) dan sama sekali tidak bermaksud merusak nama baik institusi maupun pimpinan universitas.
“Setelah melakukan pertemuan dengan Rektor Unsrat dan mendengarkan arahan langsung, tentu kami sangat berterima kasih atas pencerahan dan penjelasannya,” tambahnya.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Rektor Unsrat Prof. Berty Sompie menyatakan bahwa pimpinan universitas pada prinsipnya sangat terbuka dengan berbagai masukan. Ia menekankan pentingnya persatuan di kalangan dosen dan seluruh civitas akademika Unsrat untuk menjaga nama baik almamater.
“Kami meminta bagi para dosen dan civitas akademika Unsrat agar tetap bersatu menjaga nama baik almamater serta fokus dalam tugas pokok dan fungsi untuk menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Percayalah, ketika kinerja kita semakin baik maka kesejahteraan pasti akan mengikuti,” kata Sompie.
Prof. Sompie juga menambahkan bahwa Rektor dan pimpinan Unsrat lainnya akan terus memperjuangkan yang terbaik bagi Unsrat, termasuk peningkatan kesejahteraan bersama.
Rektor berharap pertemuan ini menjadi momen evaluasi dan sekaligus menyatukan langkah untuk membangun Unsrat yang lebih baik.
“Terima kasih untuk masukannya dan saya berharap setiap masalah yang terjadi kita selesaikan bersama-sama untuk Unsrat yang lebih baik,” ujarnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan bersama antara para dosen dan pimpinan Unsrat untuk terus menjaga nama baik almamater dan bekerja sama demi kemajuan universitas.


