Saturday, April 25, 2026
HomeDAERAHTOMOHONWali Kota Tomohon Hadiri Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Sulut

Wali Kota Tomohon Hadiri Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Sulut

Penulis: Hendra Mokorowu

Manado, inatara.com — Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk menghadiri peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam rangka program hasil terbaik cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kegiatan yang bertajuk “Wujudkan Sekolah Asri” dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di kota Manado, Selasa (21/4).

Menteri Abdul Mu’ti tiba di Kota Tinutuan melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi dan langsung menuju Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 10 Manado di kecamatan Tuminting bersama Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus. Dalam kunjungan tersebut, ia meresmikan sekaligus menyerahkan program revitalisasi satuan pendidikan untuk seluruh wilayah Sulut.

Program “Sekolah Asri” merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Mulai dari jenjang TK, Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Puluhan sekolah di Sulut telah direvitalisasi. Termasuk pembangunan gedung baru guna menunjang proses belajar mengajar yang lebih layak dan nyaman.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan, kebijakan prioritas kementeriannya berfokus pada revitalisasi sarana prasarana serta percepatan digitalisasi pendidikan. Ia menekankan tidak boleh ada lagi sekolah dengan kondisi bangunan yang tak layak, termasuk fasilitas dasar seperti ruang kelas dan sanitasi.

“Secara nasional, pada tahun 2025 pemerintah berhasil merealisasikan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan. Ini melampaui target awal 10.440 sekolah. Untuk tahun 2026, ditargetkan 11.744 satuan pendidikan. Dengan tambahan 60.000 sesuai arahan presiden, sehingga total mencapai 71.744 satuan pendidikan,” ujar Abdul.

Di Sulut, total revitalisasi mencapai 248 satuan pendidikan, terdiri dari 247 sekolah dan satu unit sekolah baru. Pemerintah juga mendorong digitalisasi melalui distribusi perangkat pembelajaran interaktif. Pada 2025, sebanyak 3.760 unit telah disalurkan di Sulut untuk berbagai jenjang pendidikan.

Dari sisi sumber daya manusia, jumlah tenaga pendidik di Sulut mencapai 38.581 orang. Terdiri dari 4.420 kepala sekolah dan 34.161 guru. Program PPPK menunjukkan progres signifikan dengan kelulusan lebih dari 10.500 orang dalam periode 2021–2024.

Kemudian, program pendidikan profesi guru (PPG) tahun 2025 mencatat 11.698 orang telah lulus atau sekitar 70,60 persen. Pemerintah juga mengalokasikan beasiswa Rp3 juta per semester pada 2026 bagi guru yang belum berpendidikan D4 atau S1, dengan kuota nasional mencapai 150.000 peserta.

Pemerintah pun mengimplementasikan program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari pendidikan taman kanak-kanak. Untuk pertama kalinya, peserta didik TK akan menerima program Indonesia pintar sebesar Rp450.000 per tahun, dengan target 888.000 anak.

Gubernur Sulut menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat. Ia pun menegaskan, pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong transformasi pendidikan yang merata, inklusif dan berbasis teknologi di seluruh Indonesia,” tutur Selvanus.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, sejumlah kepala daerah, Plh Sekretaris Provinsi Sulut, Denny Mangala, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Kepala BPMP Sulut Febri Dien, Sekretaris Daerah Kota Manado, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Saturday, April 25, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments