Saturday, April 25, 2026
HomeDAERAHSULUTKEK Likupang Percepat Regenerative Tourism dan Infrastruktur

KEK Likupang Percepat Regenerative Tourism dan Infrastruktur

Penulis: Aglan Arief

Manado, inatara.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang di Sulawesi Utara terus mempercepat pengembangan pariwisata berbasis regenerative tourism melalui penguatan infrastruktur dan realisasi berbagai proyek strategis.Sebagai salah satu dari lima

Destinasi Super Prioritas (DSP) nasional bersama Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, KEK Likupang mengusung konsep pariwisata yang mengintegrasikan konservasi alam, wisata bahari, budaya, serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pengembangan kawasan ini diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan Yayasan Indonesia Biru dalam program Wallace Conservation Likupang (WCL). Program tersebut berfokus pada perlindungan keanekaragaman hayati, riset ilmiah, pengembangan agrowisata, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Dalam implementasinya, WCL bekerja sama dengan sejumlah institusi, antara lain Universitas Sam Ratulangi, CIRAD, Coral Triangle Initiative, serta Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Salah satu hasil kolaborasi tersebut adalah pembangunan Dormitory Wallace Conservation Likupang untuk mendukung kegiatan penelitian mahasiswa dan ilmuwan.

KEK Likupang juga berperan sebagai zona pendukung kawasan biodiversity hotspot di Tanjung Pulisan, termasuk pengembangan habitat bagi satwa endemik terancam punah seperti Monyet Hitam Sulawesi.

Di sisi infrastruktur, sejumlah fasilitas telah beroperasi, di antaranya akomodasi premium The Pulisan, destinasi wisata alam Noma, fasilitas kesehatan berupa puskesmas, pos keamanan dan pemadam kebakaran, serta infrastruktur dasar seperti jaringan listrik, jalan, air bersih, dan telekomunikasi. Kawasan ini juga dilengkapi amphitheater untuk kegiatan seni budaya serta kantor Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP).Selain itu, beberapa proyek strategis tengah dikembangkan, seperti Wale Residential Villas, Permaculture Agro Wisata, Yacht & Sailing Club, ekspansi The Pulisan, serta Community Nexus yang ditujukan sebagai pusat pemberdayaan UMKM lokal.

Direktur Pengembangan dan Pariwisata KEK Likupang, Leo Rustandi, menegaskan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada destinasi wisata semata.

“KEK Likupang tidak hanya membangun destinasi, tetapi juga menciptakan ekosistem pariwisata masa depan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

“Melalui pendekatan regenerative tourism, kami memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan pelestarian alam,” tambahnya.

Dengan kombinasi kekayaan alam, kolaborasi konservasi, serta kesiapan infrastruktur dan investasi, KEK Likupang diproyeksikan menjadi tolok ukur global dalam pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan berbasis regenerative tourism. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Saturday, April 25, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments