Penulis: Eisal Somba
Bitung, inatara.com – Pemerintah Kota Bitung melaksanakan Apel Korpri di halaman kantor wali kota, Kamis (23/4), sekaligus membacakan Amanat Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi. Amanat tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar.
Dalam pidatonya, Menteri Arifatul menegaskan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini masih relevan lintas generasi. “Kartini menekankan bahwa pendidikan merupakan jalan pembebasan bagi perempuan, karena tanpa akses terhadap pendidikan, yang sesungguhnya terhambat adalah masa depan bangsa,” ujarnya melalui amanat yang dibacakan Wali Kota Hengky.

Ia juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2024 yang berada di angka 91,85, serta Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di angka 0,421. Meski menunjukkan tren positif, angka tersebut masih mencerminkan adanya ketimpangan dalam akses kesehatan reproduksi, pendidikan, dan partisipasi ekonomi perempuan.
“Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu sekitar 56,42 persen, sementara laki-laki mencapai 84,66 persen. Di bidang politik, keterwakilan perempuan di parlemen juga masih berkisar 15 hingga 22 persen,” lanjutnya.

Menteri Arifatul menekankan perlunya sinergi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat pemberdayaan perempuan. “Ketika perempuan berdaya, maka keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan bangsa menjadi lebih adil,” tegasnya.
Ia menutup amanat dengan mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan Hari Kartini sebagai momentum refleksi dan komitmen bersama. “Habis gelap, terbitlah terang. Terang itu tidak datang dengan sendirinya, tapi harus kita hadirkan melalui keberpihakan, keberanian, dan kerja nyata yang kita lakukan bersama,” pungkasnya. (*)


