Monday, May 25, 2026
HomeDAERAHBOLTIMRetur Misterius, Shift Leader SPX Tutuyan Menghilang

Retur Misterius, Shift Leader SPX Tutuyan Menghilang

Penulis: Sunadio Djubair

Tutuyan – Sikap tidak profesional kembali dipertontonkan oleh manajemen SPX Tutuyan, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Hingga kini, Shift Leader SPX Tutuyan, Alfry Dalemeng, sama sekali tidak memberikan klarifikasi terkait kasus paket yang tidak diantar oleh kurir dan tiba-tiba diretur tanpa konfirmasi kepada penerima, yang terjadi pada 21 Januari 2026.

Kasus ini bukan persoalan sepele. Paket milik konsumen tidak pernah diterima, tidak ada persetujuan, tidak ada tanda tangan, bahkan tidak ada pemberitahuan resmi kepada penerima. Namun secara sepihak, paket tersebut langsung diproses retur, seolah-olah kesalahan berada di pihak penerima.

Lebih memprihatinkan lagi, saat media berupaya meminta klarifikasi, Alfry Dalemeng memilih bungkam. Tidak ada pernyataan resmi, tidak ada penjelasan, dan tidak ada itikad baik untuk meluruskan persoalan yang jelas-jelas merugikan konsumen.

Ironis dan patut dipertanyakan, pada hari ini Alfry Dalemeng justru tidak masuk kantor, di saat persoalan ini menuntut kehadiran dan tanggung jawab penuh dari seorang Shift Leader.

Ketidakhadiran tersebut memperkuat dugaan adanya sikap menghindar dan pembiaran terhadap kasus serius yang mencoreng nama layanan SPX Express. Alih-alih tampil memberikan klarifikasi dan solusi, yang bersangkutan memilih absen, seolah-olah persoalan ini bukan bagian dari tanggung jawab jabatannya.

Perilaku ini menimbulkan kesan kuat bahwa SPX Tutuyan tidak serius melindungi hak konsumen, bahkan terkesan membiarkan praktik semena-mena di lapangan. Jika pimpinan shift saja memilih diam dan absen, maka bagaimana nasib konsumen kecil yang dirugikan.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi manajemen SPX secara keseluruhan. Menurut salah satu konsumen Honi Mokodompit bahwa diamnya Shift Leader bukan hanya soal etika kerja, tetapi sudah masuk pada pengabaian tanggung jawab profesional.

“Jika kasus seperti ini terus dibiarkan tanpa sanksi dan tanpa penjelasan, maka kepercayaan publik terhadap SPX akan runtuh dengan sendirinya,” tegasnya.(*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Monday, May 25, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments