Penulis: Hendra Mokorowu
Tomohon, inatara.com – Perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Kota Tomohon mengunjungi kantor Kementerian Agama (Kemenag) yang memiliki wilayah kerja di Kota Religius, Kamis (25/6). Kunjungan ini dalam kerangka melakukan audiensi dengan Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Tomohon, Pendeta Olva Moningka, SPAK, M.Th.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang kerukunan dan kondusifitas di daerah yang terkenal dengan udara sejuknya. Khususnya, mengenai ketenteraman dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Moningka menegaskan soal komitmen Kemenag saat menjalankan tugas dan fungsi, sesuai asta cita program pemerintah Republik Indonesia. Termasuk mengikuti asta program prioritas Kemenag yang berdampak bagi masyarakat.
Menurut Moningka, salah satu tugas dari asta program Kemenag, yakni memperkuat moderasi beragama guna menjaga kerukunan, kedamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat kota Tomohon yang majemuk. Tentunya sejalan dengan program pembangunan daerah, kota Tomohon terus didorong menjadi daerah yang maju, berdaya saing serta menghadirkan kesejahteraan jasmani dan rohani bagi seluruh masyarakat.
“Kami berterima kasih atas kunjungan perwakilan aliansi masyarakat adat yang menunjukkan kepedulian terhadap kondusifitas kota Tomohon, baik dari aspek sosial maupun kehidupan keberagamaan,” ujar Moningka.

Kepala Kemenag Tomohon juga memberikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat adat yang aktif mendukung terciptanya kerukunan dan kedamaian. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh agama bersama masyarakat adat sangat penting dalam membangun kehidupan yang harmonis dan toleran.
“Kami mengapresiasi peran masyarakat adat yang ingin membantu Kementerian Agama dalam menciptakan kehidupan harmonis dan penuh toleransi. Komunikasi yang baik antarelemen masyarakat harus terus dijaga agar kota Tomohon tetap menjadi laboratorium kerukunan,” tuturnya.
Terkait berbagai persoalan yang mungkin muncul, termasuk hal berkaitan dengan perizinan, Moningka mengajak seluruh pihak untuk menyikapinya secara bijaksana. Bisa melalui dialog dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia berharap, seluruh masyarakat dapat terus menjaga persatuan di tengah keberagaman yang ada. Sehingga kehidupan yang rukun dan damai tetap terwujud di kota Tomohon.

Salah satu perwakilan masyarakat adat kota Tomohon, Kenly Tampi, yang juga pegiat budaya mengatakan, kedatangan mereka ke Kemenag bertujuan untuk berdialog. Terutama mendiskusikan soal eksistensi masyarakat adat di kota Tomohon. Apalagi, masyarakat adat merupakan elemen publik yang setia menjaga tanah pijakan yang ada di kota Tomohon.
“Kami berdialog dengan Ibu Kepala Kantor Kemenag Tomohon tentang eksistensi masyarakat adat. Kami sangat mengharapkan adanya saling menghargai kepada masyarakat adat yang hingga hari ini sangat intens melakukan berbagai kegiatan. Intinya untuk menjaga eksistensi kultur, utamanya tanah adat di Tomohon,” singkat Tampi.
Terpantau, pertemuan yang dilaksanakan di ruang tamu Kakan Kemenag Tomohon tersebut berlangsung dengan penuh suasana kekeluargaan. Turut serta dalam kunjungan perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Kota Tomohon, yakni Alfons Watulingas, Theresia Lumeno dan Michael Sondakh.


