Penulis: Hendra Mokorowu
Manado, inatara.com – Momentum kebangkitan olahraga bela diri di Kota Bunga semakin nyata. Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Sulawesi Utara (Sulut) resmi mengeluarkan surat keputusan (SK) bagi Pengurus Kota (Pengkot) MI Tomohon. Penyerahan SK dilkasanakan di Manado, Rabu (8/4), kemarin.
Penyerahan SK tersebut dilakukan langsung Ketua Pengprov MI Sulut, Gladis Mangundap kepada Ketua Pengkot MI Tomohon, Fischer Mangundap. Prosesi yang berlangsung penuh semangat ini menandai dimulainya babak baru pembinaan atlet Muaythai di Kota Tomohon.
Sebelumnya, Gladis yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Pengprov MI Sulut telah mengantongi SK kepengurusan dari Ketua Umum PB MI, La Nyalla Mahmud Mattalitti. Bersama jajaran pengurus, ia langsung bergerak cepat membentuk struktur kepengurusan di 15 kabupaten/kota di jazirah utara Selebes. Dalam sambutannya, Gladis berharap kepengurusan baru MI Tomohon dapat segera bergerak aktif dalam menjaring atlet-atlet potensial.
“Tomohon memiliki potensi atlet yang luar biasa. Dengan diserahkannya SK ini, kami berharap MI Tomohon di bawah kepemimpinan Fischer Mangundap dapat segera melakukan konsolidasi organisasi dan memulai program latihan yang terukur,” ujar Gladis.
Sementara, Fischer menyatakan kesiapannya untuk membawa Muaythai menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di kota Tomohon. Ia menegaskan, fokus awal kepengurusannya, yaitu memperkuat internal organisasi, menyediakan sarana latihan serta menjaring bibit atlet muda.
“Menjadikan Muaythai sebagai olahraga populer di kalangan generasi muda Tomohon. Melakukan inventarisasi sasana serta mempersiapkan seleksi atlet untuk ajang daerah maupun nasional,” tutur Fischer.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menyukseskan Pekan Olahraga Nasional Beladiri 2026. Bahkan serius bergerak guna membangun kemitraan strategis dengan KONI Tomohon dan pemerintah daerah.
“Terima kasih atas kepercayaan dari Pengprov Sulut. Kami berkomitmen untuk bekerja keras dan memastikan bendera Muaythai berkibar lewat prestasi, bukan sekadar seremoni,” tandas Fischer.


