Penulis: Aglan Karundeng
Manado – Jan Samuel Maringka, seorang aktivis yang peduli terhadap pertanian di Sulawesi Utara (Sulut), telah memulai langkah berani untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Melalui inisiatifnya, Maringka menyoroti potensi besar kacang koro sebagai solusi dalam mengembangkan ketahanan pangan lokal.
Kacang koro, yang selama ini kurang mendapat perhatian, dianggap oleh Maringka sebagai sumber daya pertanian yang belum tergali sepenuhnya. Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh petani-petani dari Desa Kanonang, Maringka memaparkan manfaat besar dari budidaya kacang koro. Ia menjelaskan bahwa kacang koro memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk seperti tahu, tempe, tepung, bahkan susu, sehingga dapat menjadi alternatif yang menjanjikan bagi pertanian lokal.
“Dengan memanfaatkan kacang koro, kita bisa membangun lumbung pangan di setiap desa di Sulawesi Utara,” ujar Maringka dengan semangat. “Desa Kanonang bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi pertanian lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor.”
Melalui upaya ini, Maringka berharap dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Kanonang. Dengan memberikan dukungan dari mulai penanaman hingga pemanenan, ia yakin bahwa produksi kacang koro di desa tersebut bisa menjadi yang terluas di Indonesia.
Para petani di Desa Kanonang menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk bergabung dalam usaha tersebut. Mereka siap untuk memanfaatkan peluang baru ini dalam meningkatkan pendapatan mereka dan mendukung pembangunan ekonomi di daerah mereka.
Dengan semangat dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait, Maringka optimis bahwa visi “Wujudkan Lumbung Pangan Desa” dapat segera diwujudkan, bukan hanya di Desa Kanonang, tetapi juga di seluruh Sulawesi Utara.


