Thursday, April 30, 2026
HomeDUCAREBalai Bahasa Sulut Siap Publikasikan Karya Cerita Anak Terpilih

Balai Bahasa Sulut Siap Publikasikan Karya Cerita Anak Terpilih

Penulis: Josua Wajong

Tomohon – Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan ‘Diseminasi Bahan Bacaan Literasi’, di Grand Master Resort, Kakaskasen Satu, Tomohon Utara, Kota Tomohon, Jumat (12/8/2022).

Kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti ‘Pelatihan Penulisan Cerita Anak di Kota Tomohon’ yang telah menghasilkan 15 naskah cerita anak dari 15 penulis terpilih asal kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa.

Kepala Balai Bahasa Sulut, Januar Pribadi, S.IP, M.M., melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum Achmad Ramadhan, S.Pd., menjelaskan kegiatan ini untuk menyiapkan naskah-naskah tersebut agar siap dicetak dan siap diterjemahkan melalui Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Penerjemahan.

“Kita melakukan evaluasi lima belas cerita terpilih dari acara sebelumnya, pelatihan peningkatan budaya literasi menulis cerita anak. Ini juga dalam rangka meningkatkan penulisan literasi cerita,” kata Achmad, didampingi ketua panitia kegiatan, Irene D.C. Rindorindo, S.S., M.Hum.

Hasil akhir dari 15 penulis cerita terpilih ini akan diterbitkan dan dipubliskan di sekolah-sekolah, bahkan komunitas se-Indonesia.

“Ya, cerita- cerita anak yang terpilih, beberapa akan kami terjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterbitkan kemudian dipublikasikan ke sekolah atau komunitas se-Indonesia,” ujar Achmad.

Menurutnya, dalam acara kali ini juga Kepala Balai Bahasa Sulut ingin para penulis lebih mendalami literasi.

“Mungkin kita kan selama ini hanya fokus terhadap literasi baca tulis, tapi kan literasi itu ada sepuluh. Ada literasi digital dan sebagainya. Sehingga cerita yang diangkat tidak hanya berbasis cerita rakyat saja, tapi juga bisa yang berbasis ilmu pengetahuan,” jelasnya.

“Jadi ke depannya setelah mengenal cara tulis, tinggal lebih mendalam lagi tentang literasi digital dan seterusnya sampai pemahaman terhadap sepuluh jenis literasi bisa dikuasai oleh teman-teman,” terangnya.

Tidak hanya itu saja, Achmad menuturkan, Kepala Balai Bahasa Sulut berharap agar para penulis terus semangat dalam berkarya.

“Jadi tidak hanya sebatas di kegiatan ini saja, ke depan kalau bisa setiap komunitas atau penulis bisa menulis satu atau dua karya cerita dalam satu tahun. Hasilnya tentu akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, agar dapat dibaca oleh anak-anak dari Aceh, Papua, dan tentu yang berada di luar Sulawesi Utara,” ungkapnya.

“Karena seperti konsep dari pimpinan, yang mana Balai Bahasa Sulut harus berperan sebagai rumah bahasa dan sastra,” tegasnya.

Ia menegaskan, Balai Bahasa Sulut juga akan terus melakukan pelatihan-pelatihan penulisan cerita pendek di seluruh wilayah Nyiur Melambai.

“Kami akan terus melakukan pelatihan agar penulis-penulis cerita anak dalam bahasa daerah itu lahir dari Sulawesi Utara,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan ini, 15 penulis cerita terpilih dan sejumlah staf Balai Bahasa Sulut. Hadir sebagai narasumber, Rikson Karundeng, Director Komunitas Penulis Mapatik yang juga Koordinator Jaringan Komunitas Literasi Sulut. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Thursday, April 30, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments