Penulis: Hendra Mokorowu
Tomohon, inatara.com — Perhelatan pesta bunga, Tomohon International Flower Festival (TIFF) tahun 2026, resmi diluncurkan. Launching dilaksanakan di bawah menara Alfa Omega, pusat Kota Sejuk, Senin (4/5). Launching ditandai dengan hand scan oleh Wakil Wali (Wawali) Kota, Sendy Rumajar, S.E., M.I.Kom., bersama Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Sulawesi Utara, dr. Kartika Devi Tanos, MARS, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Tomohon.
Wawali Sendy menyampaikan, launching TIFF 2026 merupakan momentum istimewa, menandai dimulainya rangkaian persiapan menuju pesta bunga bertaraf internasional yang menjadi kebanggaan kota Tomohon dan provinsi Sulawesi Utara. Ia menjelaskan, TIFF telah menjadi salah satu festival bunga bergengsi di Asia sejak pertama kali digelar tahun 2008. TIFF tidak hanya menampilkan keindahan bunga, tetapi juga menjadi ajang promosi budaya, penggerak ekonomi serta sarana diplomasi antarbangsa.
Lanjutnya, TIFF telah ditetapkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai bagian dari 125 Karisma Event Nusantara 2026. Pengakuan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing festival tersebut di tingkat nasional maupun internasional.
Adapun TIFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7-12 Agustus 2026. Dengan puncak acara Tournament of Flowers dan Tomohon Flower Carnival yang akan digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di pusat kota Tomohon. Tahun ini, TIFF mengusung tema “Collaboration of Spirit”. Tema ini mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas diaspora dan mitra internasional.
Selain parade kendaraan hias, TIFF 2026 juga akan menghadirkan kegiatan tourism, trade, investment and floriculture expo. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi pemerintah, BUMN, BUMD, pelaku usaha dan UMKM. Tentu untuk mempromosikan produk unggulan, membuka peluang investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Khususnya di sektor pariwisata dan florikultura.
“Pemkot Tomohon menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 400.000 orang selama pelaksanaan TIFF 2026. Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyukseskan festival ini,” tutur Sendy.
Wawali mengimbau, seluruh perangkat daerah, panitia pelaksana, serta mitra terkait agar dapat mempersiapkan TIFF 2026 dengan penuh dedikasi, kreativitas dan semangat kebersamaan. Untuk pelaku UMKM, pengrajin bunga serta seniman lokal, diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini sebagai ajang untuk menunjukkan karya terbaik serta meningkatkan inovasi dan kreativitas.
Wawali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung penyelenggaraan TIFF. Termasuk Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulut, para sponsor, mitra media, komunitas diaspora kawanua serta seluruh masyarakat kota Tomohon.
Sementara, Kadispar Sulut Provinsi Sulawesi Utara, Devi Tanos dalam sambutannya menyampaikan, bulan Maret terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar sekitar 25 persen. Sedangkan wisatawan nusantara sebesar 23 persen dibandingkan bulan Februari.
Ia menegaskan, pekerjaan rumah ke depan adalah bagaimana Sulut dapat terus menjadi destinasi wisata yang mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional. Menurutnya, penyelenggaraan TIFF juga sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata. Misalnya dengan membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh stakeholder, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat, untuk terus bersinergi dan berinovasi. Mari kita jadikan TIFF 2026 sebagai momentum kebangkitan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujar Tanos.
Turut hadir dalam kegiatan launching tersebut, yakni Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Edwin Roring, SE., ME., Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis, S.I.K., Ketua DPRD Kota Tomohon, Ferdinand Mono Turang, S.Sos., utusan Kodim 1302/Minahasa, Mayor CBA Robby Rengkung. Hadir pula para perwakilan, yaitu dari BIN Tomohon, Kejaksaan Negeri Tomohon, pimpinan instansi vertikal, perbankan, tokoh agama, jajaran Pemkot Tomohon dan masyarakat.


