Penulis: Sunadio Djubair
Tutuyan – Sekretaris Desa (Sekdes) Bulawan, Mufid Noyo, turut membantu proses pemadaman kebakaran yang terjadi di lokasi pembuangan sampah di perbatasan Desa Buyat Selatan dan Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rabu (5/8/2026).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.30 Wita itu sempat memunculkan kepulan asap tebal akibat kobaran api yang membesar karena tiupan angin kencang. Kondisi tersebut mengundang perhatian para pengguna jalan yang melintas di jalur Buyat–Bulawan dan dikhawatirkan dapat merambat ke area perkebunan milik warga.
Mendapat informasi mengenai peristiwa tersebut, Mufid Noyo segera menuju lokasi untuk ikut membantu proses pemadaman bersama unsur pemerintah dan aparat yang telah berada di tempat kejadian.
Tanpa ragu, ia bergabung dengan tim gabungan yang terdiri dari Camat Kotabunan, anggota Babinsa Koramil 1303-05/Kotabunan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta masyarakat setempat.
Dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, seluruh unsur bekerja sama memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas. Kekompakan dan sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat TNI, BPBD, Damkar, serta warga menjadi faktor penting dalam mengendalikan situasi di lapangan.
Berkat kerja keras tim gabungan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 Wita. Upaya cepat tersebut berhasil mencegah kobaran api menjalar ke kawasan perkebunan masyarakat yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Akibat kejadian itu, lahan tempat pembuangan sampah dengan luas sekitar 40 x 30 meter dilaporkan terbakar habis. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material lainnya dalam peristiwa tersebut.
Di sela kegiatan pemadaman, Mufid mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup kencang. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat memicu kebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, instansi penanggulangan bencana, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi situasi darurat. Kehadiran Sekdes Bulawan di tengah proses pemadaman juga menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah desa dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. (Young)


