- Penulis: Rikson Karundeng
Tomohon – Rayakan 10 tahun eksistensi, Sanubari Sulawesi Utara (Salut) semakin memastikan langkah dalam perjuangan pemenuhan hak-hak minoritas SOGIESC (Sexual Orientation, Gender Identity, Expression, Sex Characteristic). Ketua Salut, Marcello Sparkling, menegaskan momen spesial ini akan semakin mendorong semangat mereka dalam gerakan advokasi.
“Komitmen kita di hari ulang tahun ke-10 ini, akan semakin memompa semangat dalam kerja-kerja advokasi kasus-kasus pelecehan, persekusi dan kasus-kasus diskriminasi untuk kelompok rentan, minoritas SOGEISC,” kata Marcello.
Secara internal, ia berharap seluruh anggota komunitas Salut makin memperkuat soliditas agar gerak perjuangan semakin baik.
“Harapan kami ke dalam, organisasi makin solid, jaga kekompakan, trust (kepercayaan), saling menghargai, menghormati, tetap menjaga jiwa kolektifitas dan empati,” ucap Marcello.
Ia juga meminta agar seluruh anggota komunitas Salut bisa tetap bersemangat untuk penguatan kapasitas diri.
“Mari kita terus berproses dalam pemenuhan hak teman-teman komunitas SOGIESC, kita tetap semangat untuk peningkatan kapasitas diri, penguatan jaringan dan stakeholder,” pintanya.
Salut yakin, perjuangan mereka tak akan berjalan baik tanpa dukungan stakeholder dan masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya.
“Karena itu, Salut berharap gerakan dan perjuangan kami mendapat topangan, baik dari sesama anggota komunitas, semua stakeholder, maupun masyarakat umum lainnya,” harap Marcello.
Perayaan satu dekade Salut kali ini digelar di kantor Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (Pukkat), Kelurahan Kakaskasen, Tomohon Utara, Sabtu (31/7/2022). Selain Marcello, tampak hadir Dewan Penasehat, Pdt. Ruth Wangkai, Sekretaris Salut, Oping Montolalu, para aktivis Salut seperti Kiki Sondakh, Nando, Chika, Ratu Alexa. Hadir juga sejumlah personel Komunitas Jurnalis Untuk Keragaman.


