Penulis: Sunadio Djubair
Tutuyan – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, S.T., M.E., kembali menunjukkan kedekatan dan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menghadiri sejumlah kegiatan silaturahmi bersama warga di berbagai wilayah.
Dalam agenda akhir pekan tersebut, Samsudin menghadiri acara Pengucapan Syukur bersama keluarga dan saudara-saudara Kristiani di Bohabak Desa Bulawan. Kehadirannya disambut hangat masyarakat setempat sebagai bentuk kebersamaan tanpa sekat perbedaan.

“Mendekatkan kebaikan, menjauhkan dari segala beban Itulah yang menjadi makna dalam setiap momentum kebersamaan. Kita semua adalah saudara yang harus saling mendukung dan menghormati,” kata Samsudin, Senin (25/8/2025).
Tak hanya sampai di situ, usai menghadiri acara pengucapan, Pria yang akrab disapa Papa Caca ini melanjutkan agenda silaturahmi ke Keluarga Uyo Mamonto – Boderingan di Desa Bulawan Dua untuk mengikuti acara Pogogutat bersama masyarakat setempat.

Menurut Samsudin, kehadiran dirinya dalam setiap momentum masyarakat adalah wujud tanggung jawab moral sebagai representasi rakyat di lembaga legislatif. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh jauh dari rakyatnya.
“Momentum seperti ini adalah kesempatan untuk mempererat hubungan, baik antarumat beragama maupun sesama warga Boltim. Kehadiran saya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan dan kasih sayang sebagai bagian dari keluarga besar di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur,” ungkapnya.

Masyarakat yang hadir pun menyampaikan apresiasi atas kehadirannya. Mereka menilai Papa Caca mampu menjadi teladan dalam menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi dan persaudaraan.
Acara silaturahmi di kedua tempat tersebut berlangsung penuh kekeluargaan, diwarnai senyum, sapaan, serta doa bersama. Samsudin juga menambahkan bahwa kebersamaan lintas agama dan budaya merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dalam menjaga persatuan dan membangun daerah.
“Momen ini mengingatkan kita bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling mencintai. Justru keberagaman inilah yang menjadikan Boltim kuat dan penuh warna,” tutupnya. (*)


