Penulis: Sunadio Djubair
Jakarta – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo kembali memperlihatkan langkah progresifnya.
Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) M. Iksan Pangalima dan Asisten Perekonomian & Pembangunan Harris P. Sumanta, ia melakukan kunjungan kerja ke salah satu pabrik mesin incinerator berteknologi tinggi di Jakarta.
Kunjungan tersebut bukanlah sekadar agenda formal. Ada misi besar yang diusung, yakni mencari solusi mutakhir untuk mengatasi problematika sampah yang selama ini menjadi tantangan klasik di berbagai daerah.
Di lokasi, Bupati Oskar bersama rombongan menyaksikan langsung tahapan produksi hingga uji coba mesin incinerator. Hasilnya sungguh mengesankan dalam waktu hanya delapan jam, mesin mampu mengolah 3–4 ton sampah tanpa memerlukan listrik maupun bahan bakar. Efisien, hemat biaya, ramah lingkungan, serta menghadirkan gambaran masa depan.

“Kami ingin memastikan teknologi yang dihadirkan benar-benar efektif dan sesuai kebutuhan Boltim. Bila mesin ini diterapkan, tentu akan sangat membantu penanganan sampah dengan cara yang lebih modern dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Sekda Boltim turut memberi penekanan pada aspek teknis yang tidak kalah penting.
“Kami akan melakukan kajian menyeluruh terhadap spesifikasi, kapasitas, hingga dampak lingkungan dari mesin ini. Implementasi harus tepat guna agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Pangalima.
Langkah ini menjadi tonggak baru bagi Boltim. Dari Jakarta, semangat perubahan digaungkan pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menempatkan inovasi ramah lingkungan sebagai prioritas utama.

Lebih dari sekadar alat, incinerator ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga bumi, melindungi generasi, sekaligus membangun peradaban yang lebih bersih.
Boltim pun bersiap melangkah maju, dari daerah kecil dengan visi besar, menorehkan jejak sebagai pelopor inovasi hijau di Sulawesi Utara, bahkan Indonesia. (*)


