Penulis: Hendra Mokorowu
Tomohon, inatara.com — Wakil Wali (Wawali) Kota Tomohon Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., menyampaikan dan menjelaskan tentang rancangan kebijakan umum APBD (KUA) dan rancangan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) Kota Sejuk tahun 2027 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hal ini dilakukan dalam rapat paripurna DPRD di gedung rakyat kota Tomohon, Senin (27/7).
Sambutan Wali Kota Tomohon yang dibacakan Wawali Rumajar. Dikatakanya, pemerintah kota menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas terselenggaranya rapat paripurna yang terhormat ini. Agenda ini merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui kemitraan yang konstruktif antara eksekutif dan legislatif.
sesuai dengan amanat peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah, disampaikan bahwa kepala daerah menyusun rancangan kebijakan umum anggaran pendapatan dan belanja daerah (KUA) dan rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) berdasarkan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). selanjutnya, dokumen tersebut disampaikan kepada dprd untuk dibahas dan disepakati bersama sebagai dasar penyusunan rancangan apbd.
oleh karena itu, dokumen kua dan ppas tidak hanya merupakan persyaratan administratif melainkan menjadi dokumen strategis dan filosofis yang akan memandu seluruh gerak pembangunan kita di tahun mendatang dan untuk mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran yang ada dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
penyusunan kebijakan umum apbd (kua) dan prioritas dan plafon anggaran sementara (ppas) tahun anggaran 2027 dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi ekonomi makro, kemampuan keuangan daerah, proyeksi kapasitas fiskal, serta berbagai dinamika ekonomi dan sosial yang memengaruhi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kota tomohon.
selain penyelarasan pada arah kebijakan pemerintah pusat dan arah pembangunan pemerintah provinsi sulawesi utara, penyusunan KUA dan PPAS tahun anggaran 2027 juga diarahkan untuk mendukung pencapaian tema pembangunan RKPD kota tomohon tahun 2027, yaitu: “percepatan transformasi pembangunan inklusif melalui penguatan SDM, ekonomi daerah dan ketahanan lingkungan”
tema ini menegaskan arah pembangunan yang berfokus pada percepatan perubahan struktural dengan memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh manfaat pembangunan secara adil dan merata.
transformasi pembangunan inklusif diarahkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, terdidik, dan berdaya saing, penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan nilai tambah, serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan berketahanan terhadap perubahan iklim dan bencana.
melalui tema ini, pembangunan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, memperluas kesempatan kerja, menurunkan kemiskinan dan ketimpangan, serta menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan demi kesejahteraan masyarakat jangka panjang untuk menjawab tantangan pembangunan daerah dan mendukung pencapaian sasaran pembangunan maka ditetapkan 8 (delapan) prioritas pembangunan kota tomohon sebagai fokus utama pelaksanaan pembangunan daerah sebagai berikut :
peningkatan kerukunan umat beragama, nilai-nilai budaya, demokrasi, dan karakter kebangsaan.
peningkatan produktivitas pertanian dan sistem ketahanan pangan berkelanjutan.
peningkatan kualitas infrastruktur, ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim, dan pengelolaan lingkungan hidup.
peningkatan pariwisata yang maju dan berkelanjutan.
peningkatan produktivitas, daya saing daerah, produk unggulan daerah, serta investasi.
peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan, kesehatan, daya saing tenaga kerja, dan perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif.
peningkatan pelayanan publik, digitalisasi layanan, inovasi daerah, dan reformasi birokrasi.
stabilitas keamanan dan ketertiban daerah
perencanaan pembangunan tersebut disusun berdasarkan evaluasi terhadap capaian pembangunan daerah selama beberapa tahun terakhir. berbagai indikator makro menunjukkan bahwa pembangunan kota tomohon terus mengalami perkembangan yang positif, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang memerlukan perhatian bersama. pada tahun 2027, pemerintah kota tomohon menargetkan peningkatan kinerja pembangunan melalui pencapaian indikator-indikator makro daerah, antara lain: pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2027 ditargetkan berada pada kisaran 5,80–6,25 persen, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga momentum pemulihan dan akselerasi ekonomi. target ini diarahkan untuk dicapai melalui optimalisasi sektor-sektor unggulan daerah, penguatan umkm, peningkatan investasi, serta peningkatan efektivitas belanja pemerintah yang produktif. pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inklusif diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
dalam aspek sosial, tingkat kemiskinan ditargetkan menurun pada kisaran 5,00–4,80 persen, mencerminkan fokus kebijakan pembangunan yang berorientasi pada pengurangan kemiskinan secara terstruktur dan berkelanjutan. penurunan ini diupayakan melalui penguatan perlindungan sosial, peningkatan akses masyarakat miskin terhadap layanan dasar, serta pengembangan ekonomi produktif yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
selanjutnya, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada kisaran 7,30–6,56 persen, yang menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja. kebijakan penciptaan lapangan kerja difokuskan pada peningkatan keterampilan tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, serta sinergi dengan dunia usaha dan industri. penurunan pengangguran diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat dan mendukung stabilitas sosial ekonomi daerah.
dari sisi pemerataan, rasio gini ditargetkan menurun pada kisaran 0,320–0,315, yang menunjukkan arah kebijakan pembangunan yang semakin inklusif. penurunan ketimpangan pendapatan menjadi indikator penting keberhasilan distribusi hasil pembangunan, yang dicapai melalui pemerataan akses ekonomi, peningkatan kualitas layanan publik, serta afirmasi kebijakan bagi kelompok rentan dan wilayah yang relatif tertinggal.
selanjutnya, peningkatan kualitas hidup masyarakat tercermin dari target indeks pembangunan manusia (ipm) yang berada pada kisaran 80,75–80,88, yang menandakan capaian kategori sangat tinggi. di sisi lain, komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan diwujudkan melalui peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup sebesar 68,47 serta penurunan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 34 persen. target ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tahun 2027 tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup generasi sekarang dan mendatang.
indikator-indikator tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan pengalokasian anggaran pada setiap urusan pemerintahan.
keberhasilan pencapaian target pembangunan sangat ditentukan juga oleh kondisi fiskal daerah. oleh karena itu, penyusunan kua dan ppas tahun anggaran 2027 dilakukan dengan memperhatikan kapasitas fiskal yang dimiliki pemerintah kota tomohon, sehingga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kemampuan keuangan daerah tetap dapat terjaga.
secara umum, struktur fiskal daerah tahun anggaran 2027 masih didominasi oleh pendapatan transfer dari pemerintah pusat, sementara pendapatan asli daerah terus dioptimalkan melalui peningkatan pelayanan perpajakan daerah, optimalisasi retribusi daerah, dan pemanfaatan aset daerah secara lebih produktif.
di sisi belanja, pemerintah kota tomohon berkomitmen mengarahkan anggaran pada program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, dengan tetap memperhatikan pemenuhan belanja wajib sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, efisiensi belanja operasional, serta peningkatan proporsi belanja yang bersifat produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
sementara itu, kebijakan pembiayaan daerah akan dilaksanakan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, menjaga kesinambungan fiskal, serta mengoptimalkan sumber-sumber pembiayaan yang sah untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.
demikianlah pengantar kami mengenai rancangan kebijakan umum apbd (kua) dan rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara (ppas) apbd tahun anggaran 2027 kota tomohon. dan kiranya dokumen yang kami ajukan ini selanjutnya dapat dibahas bersama sesuai dengan tahapan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
melalui tahapan pembahasan ini, saya berharap akan menghasilkan apbd kota tomohon tahun anggaran 2027 yang mampu merespon dinamika perekonomian, mempercepat transformasi ekonomi, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, melindungi daya beli masyarakat dari goncangan, dan menjaga agar postur apbd tetap sehat dan dapat bermanfaat bagi pembangunan kota tomohon terlebih khususnya dirasakan bagi seluruh lapisan masyarakat yang ada di kota tomohon.
Dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Tomohon Drs. Johny Runtuwene didampingi Wakil Ketua Donald Pondaag dan Jefry Polii, S.I.K.
Dihadiri oleh Kapolres Tomohon AKBP. Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., Perwakilan Kodim 1302/Minahasa, Perwakilan Kejaksaan Negeri Tomohon, Perwakilan BIN Tomohon, Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring, S.E., M.E., Anggota DPRD kota Tomohon dan Jajaran Pemerintah Kota Tomohon.


