Penulis: Sunadio Djubair
Tutuyan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mulai dirasakan masyarakat di wilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Di Kecamatan Kotabunan, stok Pertalite dilaporkan kosong. Kondisi ini membuat masyarakat yang membutuhkan BBM harus mencari ke lokasi lain untuk mendapatkan bahan bakar.
Sementara itu, di Kecamatan Tutuyan, Pertalite masih ditemukan melalui penjualan eceran. Namun, harga yang ditawarkan mengalami kenaikan cukup signifikan.
Jika sebelumnya Pertalite eceran dijual sekitar Rp13 ribu per liter, kini harganya dilaporkan mencapai Rp20 ribu per liter.
Kenaikan harga tersebut tentu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi warga yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya.
“Biasanya sekitar Rp13 ribu per liter, sekarang sudah Rp20 ribu,” ujar salah satu warga yang membeli Pertalite secara eceran.
Kelangkaan ini juga membuat sebagian warga memilih membeli BBM dalam jumlah secukupnya agar tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari.
Masyarakat berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait, terutama terkait ketersediaan dan distribusi BBM di wilayah Boltim.
Warga juga berharap pasokan Pertalite dapat kembali normal sehingga tidak terjadi lonjakan harga di tingkat pengecer yang pada akhirnya membebani masyarakat.
Kondisi ketersediaan Pertalite di sejumlah wilayah masih menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap distribusi BBM dapat segera kembali lancar dan harga eceran kembali pada kondisi normal. (*)


