Thursday, April 16, 2026
HomeDUCARENasib Angkatan 16 Unima Kabur, Rektor Disebut Ingkar Janji

Nasib Angkatan 16 Unima Kabur, Rektor Disebut Ingkar Janji

Penulis: Raiza Makaliwuge

Tondano – Nasib mahasiswa Angkatan 16 Universitas Negeri Manado (Unima) memprihatinkan. Masa depan mereka terancam. Sederet janji yang dilayangkan pimpinan universitas tak kunjung terwujud. Rintih dan keluh mereka pun mulai kencang terdengar.

Sejumlah mahasiswa Angkatan 16 menceritakan, berbagai upaya telah mereka lakukan untuk memastikan nasib. Awalnya, pada tanggal 15 Juni 2023, 20-30 orang dari mereka bertemu Rektor Unima, Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd.

Para mahasiswa memohon kejelasan tentang status Angkatan 16 apakah masih bisa lanjut, juga memohon perpanjangan masa studi. Ketika itu, rektor berjanji akan memperjuangkan nasib mereka. Universitas akan menyurat ke kementerian, data akan dibawa ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud dan selanjutnya para mahasiswa diminta melapor ke Wakil Rektor (WR) 3, Dr. Donald Matheos Ratu, M.Hum.

Pertemuan para mahasiswa dengan Warek 3 dilakukan 19 Juni 2023 di ruangannya. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut instruksi rektor yang meminta Angkatan 16 menghadap WR 3, Dr. Donald Matheos Ratu, M.Hum. Saat itu, WR 3 mengambil data serta mencatat nama-nama mahasiswa Angkatan 16.

Surat resmi Angkatan 16 diterima pihak rektorat Unima.
Surat resmi Angkatan 16 diterima pihak rektorat Unima.

Rabu, 21 Juni 2023, 16 orang mahasiswa Angkatan 16 melayangkan surat resmi ke rektorat perihal permohonan perpanjangan semester. Surat disampaikan a.n. Meiyanti Taliuan, dengan Nomor Disposisi 1252.
Perjuangan nasib terus dilakukan para mahasiswa Angkatan 16. Pada 22 Juni 2023, mereka menggelar pertemuan dengan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Unima. Pada pertemuan itu dipastikan bahwa BEM akan mengawal permohonan mahasiswa Angkatan 16.

3 Juli 2023, 60-an orang mahasiswa Angkatan 16 menggelar pertemuan dengan WR 1, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., di kantornya. Tujuannya, untuk meminta kejelasan serta informasi resmi soal status mahasiswa. Saat itu, WR1 mengatakan kampus telah menyurat resmi ke Dikti dan surat balasan kira-kira akan ada di akhir Juli atau awal Agustus 2023. Di pertemuan ini, WR 1 menanyakan satu-persatu masalah apa yang dialami.

10 Juli 2023, 10 orang mahasiswa Angkatan 16 kembali melakukan pertemuan dengan WR 1. Demi memastikan nasib, mereka menunggu dari pagi sampai sore, karena WR 1 sedang mengikuti rapat. Akhirnya bertemu terjadi di depan kantor rektorat. WR 1 mengatakan, bagi Angkatan 16 yang sudah lengkap berkas dan nilai, tidak bermasalah, disilahkan mengurus ujian, batas sampai tanggal 18 Juli 2023. Kemudian mereka diminta menghadap Wakil Dekan (WD) 1 di fakultas masing-masing, dan konsultasi masalah.

Ketika pertemuan itu, ada mahasiswa yang bertanya bagaimana dengan yang masih ada nilai bermasalah. WR 1 mengatakan, mereka menunggu keputusan universitas saja.

Data mahasiswa Angkatan 16 yang diambil WR 3 Unima.
Data mahasiswa Angkatan 16 yang diambil WR 3 Unima.

24 Juli 2023, beredar surat edaran dari Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) Unima bahwa server Unima Portal dan PDPT mengalami serangan DDOS dan gangguan dari situs judi online.

Diperkirakan akan diperbaiki sampai 14 hari kerja, yakni sampai 10 Agustus. Dikarenakan server down, segala pengurusan berkas, nilai, validasi untuk komprehensif terhenti.

1 Agustus 2023, keluar edaran Pemberitahuan Perubahan Kalender Akademik. Masa perkuliahan mulai tanggal 21 Agustus 2023, pembayaran UKT dan pengisian KRS sampai tanggal 18 Agustus 2023. Pada 3 Agustus 2023, kemudian beredar kabar Portal Unima sudah bisa diakses.

Data yang diperoleh dari para mahasiswa Angkatan 16, sampai awal Agustus 2023, seperti yang sudah dijanjikan WR 1, belum ada surat balasan dari Dikti mengenai nasib mereka. Beredar kabar, mahasiswa Angkatan 16 Unima sudah dinyatakan drop out (DO) tertanggal 31 Juli 2023 dan berkas sudah tidak bisa diterima. Namun, hingga kini belum ada surat resmi atau SK mengenai status Angkatan 16 apakah sudah drop out atau tidak.

Para mahasiswa merasa Rektor Unima ingkar janji dan abai mengenai pertemuan pada tanggal 15 Juni 2023. Rektor bersama pejabat rektorat hanya saling lempar guling masalah ini.

Menurut para mahasiswa, Angkatan 16 sampai saat ini masih berusaha bertemu dengan rektor dan WR 1, tetapi hanya dijanjikan menunggu surat dari Dikti.

Nada keluh pun mulai meletup. Mahasiswa Angkatan 16 dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) mengatakan, kendalanya hanya tinggal jurnal karena belum ditandatangani dosen bersangkutan.

“Sampai terakhir melapor, jurnal belum ditanda tangan. Setiap bertemu dan melapor hanya disuruh menunggu. Lain dari itu berkas untuk ujian komprehensif sudah diurus dan tidak ada nilai bermasalah,” kata BE, satu deri sejumlah narasumber yang meminta untuk sementara nama mereka disimpan, Rabu (9/8/2023).

Pimpinan Unima dianggap memberi harapan palsu. Padahal perjuangan mereka tinggal seujung kuku lagi.

“Sebenarnya jika memang kami sudah dikatakan DO, semestinya kami dari awal sudah jangan diterima untuk ujian skripsi dan mengurus berkas. Waktu, tenaga dan materi sudah kami berikan maksimal, tapi kami tidak ada kejelasan sampai saat ini,” keluhnya.

“Perjuangan kami hanya tinggal seujung kuku saja sudah bisa lulus, tapi tidak ada kebijaksanaan dari pihak kampus. Sudah sejauh ini kami hanya digantung tidak ada kepastian,” tandasnya.

Pertemuan mahasiswa Angkatan 16 dengan WR 3 Unima pada 19 Juni 2023.
Pertemuan mahasiswa Angkatan 16 dengan WR 3 Unima pada 19 Juni 2023.

Kisah lain dituturkan mahasiswa Angkatan 16 dari Fakultas Teknik. Diakui, ia sendiri masih ada nilai bermasalah. Tapi dari pihak fakultas tidak memberikan kesempatan serta solusi untuk memperbaiki nilai mata kuliah yang bermasalah. Jawaban dari pihak fakultas hanya disuruh menunggu perpanjangan masa studi agas bisa mengkontrak mata kuliah yang belum selesai.

Ia juga mengakui, berkas komprehensif sudah sementara diurus tapi terhenti di tengah jalan karena belum ada kejelasan.

“Semestinya perpanjangan di tanggal 18 Juli itu untuk semua Angkatan 16, bukan hanya dikhususkan untuk yang sudah lengkap berkas saja. Kami merasa diabaikan dan didiskriminasi. Bahkan perpanjangan itu tak sampai satu minggu jika dihitung hari,” ucap AY, mahasiswa Fakultas Teknik Unima.

“Harapannya jika kampus ada kebijaksanaan untuk perpanjangan masa studi atau hanya satu dua bulan saja kami diberi kesempatan, kami akan memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan itu,” tuturnya.

RI, mahasiswa dari kampus merah, Unima, berkisah. Masalah yang ia hadapi, tinggal 3 mata kuliah. Tapi sementara mengurus perubahan, terkendala portal down sehingga belum direvisi.

“Memang di kondisi saat ini, kami juga punya andil dan salah. Tapi saat ini kami masih terus berjuang untuk bisa lulus di Unima, yang paling penting membanggakan orang tua. Teman-teman yang lain bahkan masih terus berjuang di gedung rektorat, bermohon terus ke pejabat rektorat. Sampai menunggu dari pagi hingga malam. Apa perjuangan kami ini tidak bisa dihargai dengan suatu kebijaksanaan? Apa kami tidak pantas lulus dari Unima? Kami merasa diabaikan dari awal kami bertemu dengan rektor,” ujarnya.

RI mengatakan, dari awal rektor menjanjikan akan ada solusi, tapi hingga saat ini bahkan edaran resmi saja tidak ada.

“Sudah masuk minggu terakhir pembayaran UKT, nasib kami hanya digantung begitu saja. Terakhir kali kami menghadap WR 1 hanya dilimpahkan ke WD 1 fakultas masing-masing, tapi tidak ada kejelasan,” ungkapnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Thursday, April 16, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments