Thursday, April 16, 2026
HomePOLITIKAMusrenbang Kecamatan Kotabunan Digelar, Air Bersih Jadi Keluhan Puskesmas Buyat

Musrenbang Kecamatan Kotabunan Digelar, Air Bersih Jadi Keluhan Puskesmas Buyat

Penulis: Sunadio Djubair


Tutuyan – Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kotabunan, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024 banjir usulan.

Sejumlah program prioritas utama pun disampaikan saat Musrenbang Kecamatan yang bertempat di Balai Desa Bulawan Satu, Senin (30/1/2023).

Salah satunya, terkait air bersih yang ada di Puskesmas Buyat. Usulan ini langsung diutarakan Kepala Puskesmas Kotabunan (Kapus) Buyat, dr. Corry Kapoh di depan para Sangadi (Kepala Desa-red) serta dinas terkait yang hadir.

Menurutnya, mereka sangat membutuhkan air bersih, karena sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat. Dirinya mengharapkan kepada dinas terkait serta Pemerintah Desa (Pemdes) agar ini menjadi skala prioritas utama.

“Terkait dengan air bersih, Puskesmas Buyat sangat membutuhkan itu, jadi sebagai harapan kepada dinas terkait dan juga pemerintah desa, supaya ini menjadi skala prioritas utama, karena kami sebagai pelayanan kesehatan masyarakat,” tutur Kapoh.

Kata dia, sebagai tenaga kesehatan yang sangat dekat dengan masyarakat, banyak hal yang diperlukan seperti air bersih dan saat ini sudah banyak upaya yang dibuat seperti melakukan sterilisasi untuk penanganan penyakit tertentu.

“Dalam hal ini, kami juga sangat berhubungan dengan masyarakat misalnya kalau ada kasus-kasus tertentu atau ketika masyarakat datang berkunjung ke puskesmas berkaitan dengan sakit ataupun penyakit. Makanya, saat ini kami melakukan sterilisasi misalnya untuk kegiatan penanganan-penanganan tertentu seperti rawat luka dan sebagainya,” ungkapnya.

Menurut Kapoh, berbagai upaya telah dilakukan dengan berbagai instansi terkait, tetapi sampai saat ini belum ada solusi. Sampai pihaknya telah melakukan pembuatan sumur bor dan pada akhirnya kendala pada struktur tanah.

“Sebetulnya kita sudah melakukan upaya sejak lama dengan para sangadi dan juga seluruh aparat. Tetapi sampai saat ini, masih belum ada solusi. Sebenarnya kalau untuk yang lalu, memang sudah sempat diupayakan pembuatan sumur bor, dan itu sudah beberapa kali dilakukan. Mungkin karena keadaan struktur tanah yang sebelumnya itu sudah di lakukan oleh dinas, tetapi hasilnya air yang keluar belum memenuhi syarat kesehatan,” tutupnya. (Young)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Thursday, April 16, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments