Saturday, May 30, 2026
HomeDUCAREManengkei: Bamag Wadah Mempersatukan Gereja, Tanpa Abai Aturan Internal

Manengkei: Bamag Wadah Mempersatukan Gereja, Tanpa Abai Aturan Internal

Penulis: Josua Wajong

Tomohon – Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kota Tomohon adalah merupakan wadah mempersatukan gereja-gereja di ‘Kota Religius’ ini. Hal ini mendorong para penggerak Bamag harus mempertajam kemampuan memahami persoalan yang sering terjadi di lingkaran gereja.

Pandangan tersebut dilontarkan Pdt, Steven Bons Manengkei, M.Th., M.Pd., dalam sosialisasi Bamag Kota Tomohon bertajuk “Badan Musyawarah Antar Gereja Bersinergi dengan Pemerintah” yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tomohon, Jumat (19/11/2021), di D’anna Resto Tomohon.

“Bamag adalah wadah persatuan gereja-gereja antar denominasi di Tomohon. Untuk itu kepekaan, kejelian, memahami persoalan harus dipertajam,” ucap Manengkei.

Wakil Ketua Bamag Kota Tomohon ini menjelaskan, dalam kegiatan tersebut banyak masukan serta usulan yang muncul dari anggota Bamag dari berbagai elemen gereja.

“Tadi banyak usulan serta masukan dari khadim-khadim anggota Bamag Kota Tomohon,” ungkap Manengkei.

Menurutnya, semua masukan tersebut sangat baik. Tetapi alangkah baiknya dikaji kembali. Karena jangan sampai ada yang bertolak belakang dengan aturan. Misalnya dari Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

“Bagi kami sebagai perwakilan dari GMIM, semua usulan saudara-saudara sangat baik. Tapi perlu dikaji kembali. Apakah sesuai dengan aturan di internal gereja masing-masing atau tidak,” tutur Manengkei.

Ia pun menjelaskan contoh konkret. “Saya misalnya sebagai ketua jemaat, ada tamu dari luar, kita harus seleksi dahulu. Jangan asal beri jadwal, kemudian berdampak tidak baik dengan diberikanya punishment dari sinode. Dari BPMS (Badan Pekerjaan Majelis Sinode GMIM),” terang Manengkei.

Untuk itu dia mengingatkan sikap dan tindakan yang akan dilakukan anggota Bamag perwakilan GMIM, harus berlandaskan pada prinsip yang telah ditetapkan dalam internal gereja.

“Kita memang perlu ada tindakan, akan tetapi harus sesuai dengan visi misi kita yang menjadi prinsip kita. Jadi kehadiran kita sebagai pendeta GMIM harus benar-benar memperhatikan situasi dan kondisi yang terjadi,” pesan Manengkei.

Ia menegaskan, kehadirannya bersama rekan-rekan penggerak Bamag, juga harus mempunyai kesadaran yang sama. Harus sesuai aturan dari masing-masing lembaga gereja.

“Saya pikir hadirnya saya dan teman-teman benar-benar mempunyai sikap, juga visi yang jelas. Kita harus mampu melihat bagaimana perkembangan bergereja itu sendiri,” aku Manengkei.

Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Elim Kolingan ini juga mengingatkan, senergritas bersama Pemerintah Kota Tomohon harus ditingkatkan.

“Kita juga harus bersinergi dengan pemerintah. Wujudkan melalui sikap kita. Tapi kita juga harus kritis jika benar,” ajak Manengkei. (Jos)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Saturday, May 30, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments