Penulis: Hendra Mokorowu
Tomohon, inatara.com – Usai dilantik pada Selasa, 21 Juli 2026, Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Walian Satu menyatakan siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Selain melaksanakan program turunan dari LPM Kota Tomohon, LPM Walian Satu juga telah menyiapkan sejumlah agenda prioritas yang akan segera direalisasikan.
Demikian Ketua LPM Kelurahan Walian Satu, Theresia A. Lumeno, saat berjumpa inatara.com di lantai tiga Mall Pelayanan Publik Kota Tomohon, Rabu (22/7). Ia mengatakan, salah satu fokus utama kepengurusannya di kelurahan Walian Satu, yaitu pelestarian budaya lokal Minahasa di kota Tomohon.

“Kami akan mengangkat kembali budaya yang ada di kota Tomohon. Rencana awal kami adalah membentuk grup mahzani dan maengket sebagai upaya melestarikan tradisi budaya yang menjadi ciri khas daerah Tomohon,” ujar Lumeno.
Menurut Lumeno, langkah tersebut dilakukan karena budaya lokal mulai tergerus oleh pengaruh budaya populer modern dari luar. Melalui pelestarian seni dan budaya, generasi muda diharapkan semakin mengenal, bahkan kian mencintai warisan kebudayaan daerah sendiri.

Selain bidang kebudayaan, LPM Walian Satu juga menyatakan siap mendukung program LPM Kota Tomohon. Misalnya dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Bentuk dukungan dimaksud, yakni membantu pemerintah untuk mengawasi keberadaan orang asing. Bahkan pendatang yang bekerja di Tomohon agar keberadaan mereka memiliki tujuan yang jelas dan sesuai ketentuan.
Dalam menjalankan program-program kerja tersebut, Lumeno sangat berharap adanya kekompakan dan semangat kebersamaan dari seluruh pengurus LPM Walian Satu. Mulai dari dirinya sendiri, Sekretaris Drs. Jantje S. Mangore, M.Pd., Bendahara, Verro Joula Siwi, S.E., hingga seluruh jajaran pengurus LPM Kelurahan Walian Satu.


