Penulis: Josua Wajong
Tomohon – Pesona Disc Jokey (DC) di Sulawesi Utara (Sulut) kian memikat. Kehadiran mereka membuat generasi muda, hingga orang tua kian betah berkunjung di tempat-tempat wisata atau cafe-cafe.
Tidak hanya itu, di kota Tomohon secara khusus, daya pikat DJ bahkan mampu memantik generasi muda untuk terjun dalam dunia ini. Tak heran, hari ini banyak DJ muda mulai bermunculan.
Salah satunya, Johanna Syalom Debora Mongi. Perempuan asal Kelurahan Matani Dua, Kecamatan Tomohon Tengah, yang mulai merintis karirnya menjadi seorang DJ pada tahun 2022.
Setahun berkiprah, dia sudah menjajal berbagai cafe ternama di Sulut. Mulai dari Altitude The Club Manado, Good Day Club Amurang, Publo Manado, Aurora Manado, Grand Master Tomohon, Lokon View Tomohon, Makatana Tomohon, dan Summer Eat Tondano.
Dia dikenal sebagai sosok DJ yang tertarik bermain lagu dengan genre-genre EDM (electronic dance music), Twerk, Tech House, R&B, dan Booty.
Senin (20/2/2023), Inatara.com, bersua dan mewawancarai seniman kelahiran 1 Juni 2004 ini di kediamannya. Dalam kisahnya, ia menuturkan motivasi utama sehingga sampai tertarik menjadi DJ adalah karena pengaruh teman-teman sepergaulannya.
“Kita pe motivasi awal sebenarnya karena orang-orang di sekitar pa kita yang kebanyakan adalah DJ. Kita lia pa dorang asyik. Jadi kita tertarik for mo belajar ba-DJ. Dari situ kong kita mulai dapa tape hobi yang sebenarnya memang pas deng kita pe diri,” kata Hannacan, sapaan akrabnya.

Menjadi seorang DJ, apalagi perempuan memang memiliki tantangan tersendiri. Stigma negatif selalu bermunculan dari masyarakat. Itulah juga yang terjadi dan dialami Hannaacan selama menjadi seorang DJ. Dia sering disebut nakal, pergaulan bebas. Sehingga membuat teman-temannya mulai menjauh.
Namun Hannaacan tak termakan stigma. Ia bahkan lebih percaya diri. Karena keteguhannya menjadi seorang DJ, saat ini dia mampu membiayai hidupnya sendiri dan tidak bergantung pada orang tua.
DJ memang identik dengan gaya atau berpenampilan sexy. Namun menurutnya yang lebih penting itu adalah adalah kreativitas menampilkan keindahan bermusik yang mampu membuat orang bergembira dan menikmati pesta.
“Bukang cara berpakaian. Mar DJ musti jual skill. Karena percuma to gagah di penampilan mar serta tampil nda sesuai selera penonton,” ucap Hannaacan.
Untuk itu dia berharap, dunia DJ lebih berkembang lagi dan mampu melahirkan lebih banyak lagi DJ muda yang berkualitas. (*)


