Saturday, April 25, 2026
HomeADVERTORIALDiberi Gelar Adat Kanjeng Raden Tumenggung, Sachrul: Saya Persembahkan Untuk Masyarakat Boltim

Diberi Gelar Adat Kanjeng Raden Tumenggung, Sachrul: Saya Persembahkan Untuk Masyarakat Boltim

Penulis: Sunadio Djubair


Tutuyan – Bupati Bolaang Mongondow Tiimur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos., M.Si., kembali memperoleh gelar adat.

Sebelumnya, Bupati Sachrul menerima gelar adat dari Kesultanan Ternate, Maluku Utara, yakni Salahakan dan gelar adat Kabupaten Bolaang Mongondow, yakni Tule Molantud In ta Mokotariangkum, serta gelar adat Sangihe yakni Datung Banua,

Kali ini, orang nomor satu di Boltim juga kembali diberi gelar adat Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) di depan namanya dan di belakang namanya ditambah Darmodipuro dari Keraton Surakarta Hadiningrat (Solo), Jawa Tengah (Jateng).

Gelar tersebut diserahkan langsung oleh Ingkang Sinoehoen Kandjeng Soesoehoenan Pakoe Buewono XIII di Keraton, Rabu, (15/2/2023).

Pada saat pembacaan gelar kehormatan, nama depan dan belakang Bupati Sachrul telah ditambahkan oleh Keraton, dengan nama Kanjeng Raden Tumenggung Sam Sachrul Mamonto, Darmodipuro S.Sos, M.Si.

Dirinya juga menerima pemberian gelar bersama beberapa tokoh se-Indonesia, termasuk beberapa kepala daerah dan juga petinggi BUMN yang juga turut mendapat gelar adat.

Bupati hadir di Keraton Surakarta Hadiningrat didampingi langsung oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Boltim, Ny. Seska Ervina Budiman, S.Sos., Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Boltim, Izra Haliantara Mamonto, serta tokoh masyarakat Jawa yang ada di Boltim.

Pada kesempatan itu, Sachrul mengatakan bahwa ini menjadi kebanggaan bersama, sebab dalam memberikan gelar ada kriteria yang ditentukan pihak keraton bukan sembarang memberikan dan yang mendapatkan gelar diangap sudah menjadi kerabat dekat keraton.

“Gelar ini saya persembahkan untuk masyarakat Boltim khususnya dari suku Jawa,” ujarnya.

Sachrul juga menambahkan bahwa gelar yang didapat, bukan karena kebangsawanan, tetapi gelar yang diberikan sebagai penghormatan.

“Gelar-gelar tersebut bukan gelar kebangsawanan, tapi gelar adat yang diberikan karena penghormatan mereka, terhadap tokoh-tokoh yang mengangkat dan melestarikan budaya Jawa termasuk di Boltim,” tuturnya. (Young)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Saturday, April 25, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments