Penulis : Raiza Makaliwuge
Manado – Selasa (7/11/2023), Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Petani Penggarap Kalasey Dua (Solipetra), gelar aksi di depan Polda Sulawesi Utara (Sulut) untuk mendesak Kapolda Sulut agar mengusut tuntas represifitas yang terjadi pada tanggal 7 November 2022 lalu, di Kalasey Dua.
Henly Rahman selaku kuasa hukum warga petani Kalasey Dua dari Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Manado mengatakan, aksi ini merupakan bentuk mengingat kembali peristiwa pada tanggal 7 November 2022 lalu.
Selama kejadian itu ada beberapa petani yang mendapatkan tindakan-tindakan represif berupa tindakan pemukulan dan tembakan gas air mata. Selain petani, ada juga mahasiswa yang menjadi korban tindakan sewenang-wenang aparat kepolisian dan Satpol-PP.
Ia juga mengaku sampai 7 November 2023, belum ada laporan penyelesaian yang kongkret dari pihak kepolisian, sejak setahun yang lalu.
“Kami datang ke Polda Sulut untuk meminta penyidik yang menangani perkara tersebut agar kiranya dapat mengusut tuntas kasus yang telah kami laporkan,” tegas Rahman.


