Penulis: Roniem
Tomohon, inatara.com — Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) rancangan kerja pemerintah daerah (RKPD) merupakan salah satu tahapan penting. Utamanya dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan secara partisipatif. Demikian Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H., saat membuka Musrenbang RKPD Kota Tomohon tahun 2027 di Grand Master Hotel, Kamis (12/3).
“Melalui forum ini, kita bersama-sama menyelaraskan berbagai usulan dan aspirasi masyarakat yang telah dihimpun mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. Ini untuk kemudian dirumuskan menjadi prioritas pembangunan daerah yang terarah, efektif dan berkelanjutan,” ujar Caroll.
Sebagai arah pembangunan daerah ke depan, pemerintah menentukan tema pembangunan kota Tomohon tahun 2027. Tema dimaksud, yakni “Percepatan Transformasi Pembangunan Inklusif Melalui Penguatan Sumber Daya Manusia, Ekonomi Daerah dan Ketahanan Lingkungan”.
Sejalan dengan tema tersebut, target indikator makro pembangunan kota Tomohon 2027 diarahkan pada sejumlah target. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,80–6,25 persen. PDRB per kapita sebesar Rp62,95 juta. Kontribusi PDRB Tomohon terhadap perekonomian provinsi Sulawesi Utara sebesar 4,6 persen. Tingkat kemiskinan sebesar 5,30–4,80 persen. Tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,30–6,56 persen. Rasio gini sebesar 0,320–0,315. Indeks pembangunan manusia pada angka 80,75–80,88. Indeks kualitas lingkungan hidup sebesar 68,47 persen. Penurunan intensitas emisi gas, rumah kaca ditargetkan mencapai 34 persen.
“Untuk mendukung pencapaian target-target tersebut, arah kebijakan pembangunan kota Tomohon 2027 difokuskan pada delapan prioritas pembangunan daerah,” tuturnya.
Pertama, peningkatan kerukunan umat beragama, nilai-nilai budaya, demokrasi dan karakter kebangsaan. Kedua, peningkatan produktivitas sektor pertanian serta penguatan sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ketiga, peningkatan kualitas infrastruktur, ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim, serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Keempat, pengembangan sektor pariwisata yang maju dan berkelanjutan.
Kelima, peningkatan produktivitas dan daya saing daerah melalui pengembangan produk unggulan serta menaikan investasi. Keenam, peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan dan kesehatan, peningkatan daya saing tenaga kerja, serta penguatan perlindungan sosial yang adaptif, inklusif. Ketujuh, peningkatan kualitas pelayanan publik melalui digitalisasi layanan, inovasi daerah, serta penguatan reformasi birokrasi. Kedelapan, penguatan stabilitas keamanan dan ketertiban daerah.
“Melalui delapan prioritas pembangunan tersebut diharapkan seluruh perangkat daerah dapat menyelaraskan program kegiatan pembangunan secara lebih terarah. Bahkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata dan terintegrasi,” harap Caroll.
Turut hadir, Wakil Wali Kota Sendy Rumajar, S.E., M.I.Kom., Kabid Perekonomian dan Perdagangan Bappeda Provinsi Sulawesi Utara, Satli Tambunan, Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Karundeng, Koordinator Bin Wilayah Tomohon, Alvons Sumenge, Danramil Tomohon, Kapten Infanteri Donny Lumenta, Kabagren Polres Tomohon, AKP Heri Sulisto, Kasi Intel Kejari Tomohon, Iman Rahmat Feisal, Anggota DPRD, Haryanto Lasut, Kepala Bappelitbangda Tomohon, Jacqueline Mangulu. (*)


