Sunday, May 31, 2026
HomeDAERAHMahzani 1000 Siswa, Sugiharta: Bukti Tomohon Eksis Lestarikan Budaya

Mahzani 1000 Siswa, Sugiharta: Bukti Tomohon Eksis Lestarikan Budaya

Tomohon, inatara.com — Seribu pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA di Kota Tomohon mengikuti pertunjukan Tarian Massal Mahzani sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Program Dana Indonesiana, salah satu program strategis dari Kementerian Kebudayaan yang terbuka bagi masyarakat sepanjang tahun.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII, Sri Sugiharta, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat, khususnya kepada Armando Loho yang memprakarsai kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Dana Indonesiana merupakan bentuk dukungan pemerintah bagi pelaku budaya untuk mengembangkan serta melestarikan kebudayaan.

“Program Dana Indonesiana dapat diakses oleh seluruh kalangan masyarakat yang bergerak di bidang kebudayaan, termasuk pelaku budaya yang berstatus ASN. Program ini dibuka setiap tahun sebagai salah satu strategi pemerintah dalam memajukan kebudayaan,” ujarnya.

Pertunjukan Tarian Massal Mahzani yang melibatkan seribu pelajar ini juga menjadi bentuk implementasi dari program tersebut.

Kegiatan ini dinilai sebagai langkah nyata dalam memperkenalkan serta menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada generasi muda.

Mahzani sendiri merupakan warisan budaya yang berasal dari Sulawesi Utara, khususnya Kota Tomohon. Pada tahun 2024, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan menetapkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI).

Menurut Sri Sugiharta, penetapan sebagai warisan budaya takbenda bukanlah akhir dari proses pelestarian, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya tersebut.

“Kita memiliki kewajiban untuk memajukan dan melestarikannya. Jika tidak dijaga, budaya ini bisa hilang,” katanya.

Ia juga menilai keterlibatan seribu pelajar menjadi bukti kuat bahwa Kota Tomohon memiliki komitmen besar dalam menjaga eksistensi budaya lokal. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat digelar dengan skala lebih besar.

“Kalau sekarang seribu peserta, mungkin tahun depan bisa dua ribu. Bahkan bisa mengundang Museum Rekor Indonesia (MURI) jika jumlahnya semakin spektakuler,” tambahnya.

Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata di Kota Tomohon. Pelaksanaan Tarian Massal Mahzani ini juga dinilai sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, khususnya Pasal 7 yang menegaskan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah melakukan pengarusutamaan kebudayaan melalui pendidikan.

“Ini adalah bentuk kolaborasi antara sektor pendidikan dan kebudayaan dalam upaya pemajuan kebudayaan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Sri Sugiharta kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, komunitas budaya, serta Pemerintah Kota Tomohon yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami berharap warisan budaya Mahzani tetap lestari, terus berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tomohon,” tutupnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Sunday, May 31, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments