Penulis: Sunadio Djubair
Tutuyan – Pelayanan SPX Express Cabang Tutuyan kembali memicu kemarahan publik.
Di saat masyarakat membutuhkan kepastian dan kehadiran layanan, kantor resmi SPX Express justru tutup di siang hari tanpa alasan yang jelas.
Penutupan ini terjadi pada jam kerja aktif, waktu di mana kantor seharusnya terbuka dan melayani, bukan terkunci dan menghilang.
Upaya konfirmasi yang dilakukan media kepada Shift Leader SPX Express Tutuyan, Alfry Dalemeng, berujung pada kebuntuan total. Tidak ada jawaban, tidak ada klarifikasi dan tidak ada tanggung jawab.
Sikap bungkam ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap publik dan memperlihatkan ketidakmampuan memimpin sebuah kantor layanan jasa.
“Kalau kantor ditutup dan pemimpinnya tidak bisa menjelaskan, lalu untuk apa ada Shift Leader,” ungkap salah satu konsumen.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas di Kantor SPX Express Tutuyan hanya sebatas AT barang masuk dan proses retur. Operator disebut hanya menjalankan tugas teknis semata, dan SPX tidak ada admin yang seharusnya menangani administrasi penting seperti input harga COD.
Meski pihak SPX berdalih tidak melayani pengambilan paket di kantor, alasan tersebut tidak bisa membenarkan penutupan kantor di jam kerja. Kantor bukan sekadar tempat ambil paket, melainkan simbol kehadiran perusahaan, pusat pengawasan operasional, dan ruang pertanggungjawaban kepada konsumen.
Kondisi ini memicu penilaian keras dari masyarakat. Konsumen secara terbuka menyatakan bahwa Alfry Dalemeng tidak layak menjadi pemimpin. Menurut konsumen, seorang pemimpin seharusnya hadir saat terjadi masalah, bukan menghindar dan membiarkan kantor terkunci tanpa penjelasan.
“Ini bukan perusahaan kecil, ini SPX Express. Tapi yang kami lihat di Tutuyan justru seperti operasional tanpa kendali,” tegas konsumen lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun pernyataan resmi dari pihak SPX Express Tutuyan, baik dari Shift Leader maupun manajemen di atasnya. Sikap diam ini justru memperkuat dugaan adanya pembiaran sistemik dan lemahnya pengawasan internal.
Konsumen mendesak manajemen SPX Express pusat dan regional untuk segera turun tangan, melakukan evaluasi total, dan menindak tegas pihak-pihak yang dinilai lalai. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap SPX Express di Tutuyan akan runtuh sepenuhnya. (*)


