Penulis : Raiza Makaliwuge
Di hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-79 tahun, petani Kalasey Dua, belum benar-benar merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya.
Hal itu dikeluhkan Agustina Lombone, saat bersua jurnalis inatara.com, di jalan pulang dari perkebunan, Kalasey Dua, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sabtu (17/8/2024).
Menurut Lombone, kondisi sulit masih dialami. Karena petani Kalasey Dua masih saja mengalami perampasan ruang hidup. Mereka harus menghadapi penggusuran paksa lahan perkebunan yang sudah digarap puluhan tahun lamanya.
“Petani belum merasakan kemerdekaan, karena torang (para petani) masih merasakan penggusuran paksa. Torang pe kobong pemerintah somo ambe dan torang petani masih dapa rasa masih dijajah. Torang belum rasa kemerdekaan yang sesungguhnya,” keluh Oma Ndio, sapaan akrabnya.
Lombone berharap, saat merayakan HUT RI ke-79, pemerintah bisa melindungi petani. Agar mereka benar-benar merasakan kemerdekaan sebenarnya.


