Monday, May 25, 2026
HomeDAERAH181 Tahun Berjemaat, GMIM Kakaskasen Pniel Bersyukur

181 Tahun Berjemaat, GMIM Kakaskasen Pniel Bersyukur

Penulis: Roniem

Tomohon, inatara.com – Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Kakaskasen Pniel menginjakkan pijakan pelayanan yang kini berusia 181 tahun. Perayaan hari ulang tahun (HUT) ini menjadi momentum bagi seluruh jemaat untuk mengucap syukur. Demikian sambutan Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk dalam ibadah syukur HUT yang dipimpin Ketua BPMS GMIM, Pdt Adolf Wenas, Rabu (21/1).

“Momentum ini juga menjadi sarana refleksi untuk menengok kembali perjalanan persekutuan selama 181 tahun. Tentang bagaimana Firman Tuhan terus diberitakan, bertumbuh, berbuah dan berdampak di tengah jemaat hingga saat ini,” ujar Caroll.

Wali Kota Tomohon menyampaikan refleksi iman dengan merujuk pada kisah Alkitab tentang pengalaman Yakub di Pniel. Ia mengungkapkan, perjumpaan Yakub dengan Allah di Pniel, di tengah pergumulan dan ketidakpastian masa depan. Hal itu telah mengubah identitas, arah hidup, serta cara Yakub menjalani kehidupannya.

“Perjumpaan dengan Allah menghadirkan pertolongan seutuhnya. Melihat wajah Allah berarti memiliki hati yang diubahkan. Perjalanan hidup dalam pertolongan Tuhan akan membawa kepada perubahan yang lebih baik. Kiranya hal ini senantiasa diingat Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel,” tutur Caroll.

Ia juga mengapresiasi pertumbuhan jemaat GMIM Kakaskasen Pniel yang terus berkembang. Sehingga terjadi pemekaran jemaat, yakni GMIM Kakaskasen Maranatha dan GMIM Kakaskasen Bait-el. Jemaat juga telah merencanakan dan mulai membangun gereja baru di wilayah sedangan (timur, red) yang menurutnya merupakan anugerah Tuhan.

Caroll berharap, jemaat GMIM Kakaskasen Pniel dapat terus membentuk karakter hidup yang takut akan Tuhan. Menurutnya, karakter yang takut akan Tuhan akan menghasilkan pribadi yang baik. Mampu membangun keluarga yang benar, serta menjadi berkat dalam pelayanan gereja dan kehidupan bermasyarakat.

Dikatakannya, perayaan HUT ke-181 Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel bertepatan dengan rangkaian perayaan HUT ke-23 Kota Tomohon. Kata dia, gereja dan pemerintah merupakan perpanjangan tangan Allah. Saling melengkapi dalam menghadirkan keadilan, damai sejahtera dan kesejahteraan sebagai kehendak Allah di tengah dunia.

“Sebagai pemerintah, kami terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, meski disadari masih banyak hal perlu dibenahi dan ditingkatkan. Kami sangat mengharapkan doa serta partisipasi aktif seluruh masyarakat, termasuk gereja, dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-23 kota Tomohon,” harap Caroll.

Di kesempatan tersebut, ia menyampaikan program gerakan Tomohon menanam, yang telah dilaksanakan pada 20 Januari 2026 di Gunung Lokon dengan 23 ribu bibit pohon. Program ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Tomohon dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat.

Ia menambahkan bahwa program menanam pohon akan menjadi salah satu prasyarat dalam pengurusan administrasi nikah. Ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan alam di Kota Tomohon. Caroll mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung program ini demi terciptanya lingkungan bersih, sehat dan lestari sebagai warisan kepada generasi mendatang.

Ibadah Perayaan Syukur HUT ke-181 Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara, Feibe Rondonuwu, Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar, Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon, Reinhard Tololiu, Kabag Ops Polres Tomohon, Kompol Konstantein Samuri, Ketua TP-PKK Kota Tomohon, Jeand’arc Karundeng, Ketua BPMJ GMIM Kakaskasen Pniel, Pdt Julien Karwur. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Monday, May 25, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments