Penulis: Belarmino Lapong
Sentani – Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) bersama The Samdhama Institute menggelar Serial SeCangkir Koppi di Kampung Hobong pinggiran danau Setani, Jayapura, Sabtu (22/10/2022)
Dalam kegiatan ini dihadirkan sebagai pemantik sekaligus sharing diskusi adalah Sekolah Adat Papua yang dikelola oleh masyarakat adat Hobong. Serial ini pula dihadiri oleh para pemuda penggerak dan pengurus Sekolah Adat se-Nusantara. Dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Jawa, hadir untuk berbagi bersama dalam serial ini.
Origenes Monem, Kepala Sekolah Adat Hobong menjelaskan sekolah adat ini sudah berdiri semenjak tahun 2016. Diawali dengan 20-an siswa, sampai saat ini telah beranggotakan 4.236 siswa.
“Pada tahun 2017 akhirnya Sekolah Adat Hobong diresmikan secara resmi oleh Gubernur Lukas Enembe dan pada Agustus 2017 disahkan pula kurikulum lokal tentang pendidikan adat di sekolah adat kami,” ujarnya.
Pada pertemuan ini pula dituturkan oleh Monem, mereka menginisiasi pendirian Universitas Adat Papua pertama di Indonesia. Peletakan batu pertama sekaligus launching dilakukan di Kampung Hobong, Jayapura.
“Universitas ini telah berdiri atas dua fakultas. Fakultas Pendidika Adat dan Fakultas Pemerintahan Adat. Nantinya diharapkan berdirinya Universitas Adat Papua ini, dapat menjad pilot project terhadap komunitas adat di daerah lain,” jelas Monem.

Sementara itu, Ketua Umum Barisa Pemuda Adat Nusantara (BPAN), Michelin Sallata mendukung penuh berdirnya universitas adat ini di Papua.
“Semoga dengan berdirinya Universitas Adat Papua menjadi dorongan daerah lain untuk mendirikan universitas adat di wilayahnya masing-masing yang mulai tergerus identitas, budaya dan adatnya,” tutur pemuda adat asal Tana Toraya ini.
“Diharapkan pula berdirinya universitas adat adalah tempat bagi para pemuda adat mulai diberdayakan dan berperan penting. Supaya ingatan akan nilai-nilai tradisionl dan lokalitas dapat tetap lestari kepada para pemuda yang adalah generasi muda adat,” tutup Sallata.
Dari diskusi ini pula diketahui bahwa pendirian sekolah adat dan Universitas Adat Papua ini mendapat respons positif serta bantuan dana dari pemerintah daerah Kabupaten Jayapura. Ini terlihat dengan hadirnya Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ronald Yaroserai yang ikut berbagi dalam Serial SeCangkir Koppi ini.


