Penulis: Raiza Makaliwuge
Manado – Merayakan 25 tahun reformasi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Metro Manado gelar kegiatan baca puisi reformasi di Taman Kesatuan Bangsa Manado (TKB), Kamis (25/5/2023).
Datumbala Dogan, ketua panitia kegiatan sekaligus Direktur Lembaga Seni Olahraga PMII Cabang Metro Manado menjelaskan, kegiatan ini bermaksud membongkar ulang cerita reformasi. Karena kebanyakan orang menganggap mahasiswa aktivis 1998 sebagai satu-satunya elemen yang mendorong kejatuhan Orde Baru.
Padahal 1998 itu gerakan massa. Artinya gerakan banyak orang, termasuk rakyat dan lain-lain. Akibatnya gerakan rakyat yang ikut terlibat, tidak dianggap pada masa itu. Jadi kemenangan massa justru dianggap sebagai kemenangan mahasiswa.
“Gerakan 1998 itu bukan murni gerakan mahasiswa, tapi ada beragam faktor yang membuat gerakan massa itu hadir pada tahun 1998. Jadi, dari sejarah yang kabur itu torang coba buat dengan cara baca puisi-puisi pada era reformasi, deng bekeng dialog dengan angkatan 1998,” kata Datumbala Dogan.
Kegiatan ini dihadiri berbagai lembaga. Seperti Lembaga Bantuan Hukum Manado (LBH), Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan ada juga elemen gerakan seperti Solidaritas Petani Penggarap Kalasey Dua (Solipetra).


