Saturday, April 25, 2026
HomeDAERAHBOLTIMSDN 2 Kotabunan Disorot, Diduga Kurang Mendukung Program MBG

SDN 2 Kotabunan Disorot, Diduga Kurang Mendukung Program MBG

Tutuyan – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 2 Kotabunan menuai sorotan.Sekolah tersebut terkesan tidak menunjukkan dukungan penuh terhadap program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat ini.

Insiden terjadi saat proses distribusi makanan oleh petugas MBG di wilayah Kotabunan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu guru di SDN 2 Kotabunan sempat memarahi petugas distribusi. Guru tersebut menegaskan bahwa wadah makanan atau ompreng tidak seharusnya diangkat oleh siswa, melainkan menjadi tanggung jawab petugas distribusi.

Di sisi lain, petugas distribusi MBG membantah telah menyuruh siswa untuk mengangkat ompreng. Mereka menjelaskan bahwa para siswa secara spontan membantu karena merasa gembira dengan adanya program makanan gratis tersebut.

“Anak-anak begitu antusias, jadi mereka dengan sendirinya ikut membantu mengangkat ompreng, bukan karena disuruh,” ungkap salah satu petugas distribusi.

Selain itu, persoalan honor atau penanggung jawab ompreng juga menjadi perbincangan. Salah satu guru menyuarakan bahwa honor yang diberikan hanya sebesar Rp30 ribu, yang dinilai tidak sebanding dengan tanggung jawab yang ada.

Situasi ini memunculkan kesan bahwa pihak sekolah, khususnya sejumlah guru, kurang mendukung pelaksanaan program MBG. Padahal, program ini merupakan kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa serta mendukung tumbuh kembang anak.

Program MBG sendiri diketahui merupakan bagian dari agenda nasional yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Kotabunan Irsad Modeong hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp masih belum mendapat balasan.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat keberhasilan program MBG sangat bergantung pada sinergi antara pihak sekolah, pemerintah, serta seluruh elemen yang terlibat dalam pelaksanaannya. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Saturday, April 25, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments