Penulis: Hendra Mokorowu
Tomohon, inatara.com — Wakil Wali (Wawali) Kota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., beribadah bersama-sama dengan jemaat GMIM Pniel Kayawu. Ini merupakan wujud syukur atas hari ulang tahun (HUT) ke-166 jemaat GMIM Pniel Kayawu, Minggu (1/11). Ibadah syukur dipimpin Ketua BPMJ GMIM Pniel Kayawu, Pendeta Ventje Wuisan, S.Th.
Sembari mengucapkan selamat atas HUT ke-166 ini, Wawali Rumajar membacakan sambutan Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, S.H. Disampaikannya, 166 tahun bukanlah perjalanan singkat. Keutuhan persekutuan jemaat telah melewati berbagai tantangan yang menjadi bukti ketekunan, pengorbanan dan kesetiaan dari generasi ke generasi.
Momentum perayaan HUT ini diharapkan menjadi kesempatan bagi seluruh jemaat untuk kembali mengenang karya Tuhan di masa lalu. Mensyukuri berkat Tuhan pada kekinian, sekaligus mempersiapkan diri untuk melanjutkan pelayanan di masa mendatang.
Ia mengingatkan, setiap orang merupakan buatan Allah, yang diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan-Nya. Ia berpesan, setiap orang dianugerahi talenta, kemampuan, kesempatan dan tanggung jawab untuk menjadi berkat bagi sesama.
“Karena itu, usia jemaat yang telah melampaui satu setengah abad ini hendaknya tidak hanya menjadi ukuran pertumbuhan dalam jumlah dan usia. Tetapi juga menjadi kesaksian nyata melalui kasih, pelayanan, kepedulian dan berbagai perbuatan baik di tengah masyarakat,” ujar Rumajar.
Dia menyampaikan harapan wali kota, jemaat GMIM Pniel Kayawu bisa terus menjadi gereja yang menghadirkan damai sejahtera. Memelihara kerukunan serta membina generasi muda agar senantiasa hidup dekat dengan Tuhan. Dengan demikian, iman kepada Yesus Kristus yang telah diwariskan para pendahulu dapat terus bertumbuh dan menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pemerintah Kota Tomohon menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada GMIM Pniel Kayawu yang selama ini terus menjalankan panggilan rohani melalui pembinaan iman, pelayanan kasih dan pembentukan karakter jemaat. Meskipun gereja dan pemerintah memiliki ruang pengabdian yang berbeda, keduanya dapat berjalan bersama dalam semangat pelayanan demi kebaikan masyarakat.
Di kesempatan tersebut, dirinya mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk mensyukuri hujan mulai turun setelah melewati musim kemarau yang cukup panjang. Berkat tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Seluruh masyarakat diingatkan untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta mendukung pelaksanaan gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik dan indah, red).
“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Senantiasa membangun semangat gotong royong serta saling membantu apabila terdapat warga yang mengalami kesulitan,” imbaunya.
Wawali juga menyampaikan informasi mengenai sejumlah layanan pemerintah yang dapat dimanfaatkan masyarakat, yakni hotline pengaduan Corong Suara Rakyat melalui WhatsApp 0821-5271-5474, layanan 112 sebagai panggilan bebas pulsa selama 24 jam untuk penanganan situasi gawat darurat. Juga layanan 110 Polri untuk pelaporan tindak kriminal, kecelakaan, maupun gangguan keamanan.
Sebagau bentuk dukungan pemerintah, jemaat GMIM Kayawu telah menerima bantuan dana hibah pada tahun 2025. Sementara untuk tahun 2026, melalui dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Tomohon, telah diberikan bantuan untuk revitalisasi sekolah. Misalnya, bantuan revitalisasi di SD GMIM Kayawu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BPMW Kakaskasen, BPMJ GMIM Pniel Kayawu, para pendeta, vikaris, pegawai, kostor, pelayan khusus, serta seluruh jemaat. Hadir, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Yahya Rondonuwu, Wakapolres, Kompol Stenly Mawidingan, Ketua Panitia HUT ke-166 GMIM Pniel Kayawu, Penatua Alvi Vidi Rorong dan jajaran Pemerintah Kota Tomohon.


