Penulis: Hendra Mokorowu
Tomohon, inatara.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melakukan evaluasi terhadap penanganan tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan lahan (Karhutla). Hal ini diimplementasikan melalui rapat koordinasi (Rakor) yang digelar di command center Pemkot Tomohon, Rabu (21/10).
Dalam Rakor ini, Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar menjelaskan tentang upaya yang dilakukan. Diuraikannya, penanganan tanggap darurat bencana kekeringan dan Karhutla di Tomohon. Itu meliputi pencegahan kebakaran, pemadaman api, pendinginan lahan pasca terbakar, patroli/pemantauan, penyaluran masker, pendataan kebutuhan air bersih, penyaluran air bersih. Juga pendataan kebutuhan air buat pertanian dan penyaluran di lahan pertanian
Strategi penanganan pasca Karhutla di Gunung Lokon dan Gunung Empung meliputi pengawasan kawasan serta pengendalian akses. Pencegahan kebakaran berulang, kajian kerusakan ekologi dan investigasi penyebab. Selanjutnya pemulihan lingkungan ekosistem, penegakan aturan dan edukasi masyarakat serta evaluasi operasi, transisi pemulihan
“Diharapkan, seluruh masyarakat Tomohon untuk menaati aturan dan imbauan dari Pemkot dalam penanganan tanggap darurat bencana kekeringan dan Karhutla. Kami bekerja sama dengan seluruh stakeholder terkait agar bencana ini dapat segera teratasi dan terlewati,” tutur Sendy.
Saat memimpin Rakor ini, Wawali Sendy didampingi Komandan Satuan Tugas Bencana, yaitu Kapolres Tomohon, AKBP Novrial Alberti Kombo. Tampak hadir, Kasdim 1302/Minahasa, Mayor Inf Dadan Sopian dan jajaran Pemkot Tomohon.


