Penulis: Sunadio Djubair
Tutuyan – Nama Ramlan Ake mulai menjadi perhatian dalam kontestasi Pemilihan Sangadi (Pilsang) Desa Bulawan Satu. Sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Ramlan dinilai memiliki pengalaman birokrasi serta pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan desa.
Pengalamannya semakin diperkuat dengan rekam jejak saat pernah menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Sangadi Bulawan Satu. Posisi tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal lebih dekat kebutuhan masyarakat, memahami persoalan desa, serta menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa.
Berbekal pengalaman tersebut, Ramlan dinilai memiliki modal penting untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat apabila mendapat kepercayaan dalam Pilsang mendatang.
Bagi masyarakat, pengalaman seorang calon pemimpin tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari kemampuan memahami kebutuhan warga, membangun komunikasi, serta menghadirkan pelayanan yang berpihak kepada kepentingan bersama.
Selama pernah menjabat sebagai Pjs Sangadi Bulawan Satu, Ramlan disebut telah melakukan berbagai upaya untuk masyarakat. Pengalaman itu menjadi bagian dari rekam jejak yang dapat menjadi bahan pertimbangan warga dalam menentukan pemimpin desa ke depan.
Salah satu warga Bulawan Satu, yang dimintai pandangannya mengenai sosok Ramlan Ake, menilai bahwa pengalaman pemerintahan menjadi salah satu keunggulan yang patut dipertimbangkan dalam memilih pemimpin desa.
“Menurut saya, Ramlan Ake bukan orang baru dalam pemerintahan desa. Beliau pernah menjabat sebagai Pjs Sangadi Bulawan Satu dan juga merupakan ASN Pemkab Boltim. Artinya, beliau sudah memiliki pengalaman dan memahami bagaimana menjalankan pemerintahan serta menghadapi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya pandai menyampaikan janji, tetapi juga mampu bekerja, mendengar aspirasi warga, dan memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi desa.
“Kalau bicara soal pemimpin, yang paling penting adalah pengalaman, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada masyarakat. Kita membutuhkan Sangadi yang benar-benar hadir ketika warga membutuhkan, mampu merangkul semua golongan, dan tidak membeda-bedakan masyarakat. Pengalaman yang dimiliki Ramlan tentu menjadi nilai tambah yang layak dipertimbangkan,” tegasnya.
Menurutnya, momentum Pilsang harus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin berdasarkan rekam jejak, kapasitas, integritas, serta komitmen dalam membangun desa.
Ia juga berharap, siapa pun yang nantinya mendapat amanah dari masyarakat dapat menjaga persatuan dan mengutamakan kepentingan Desa Bulawan Satu di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. (*)


