Penulis: Hendra Mokorowu
Tomohon, inatara.com — Wali Kota, Caroll Senduk menunjuk Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tomohon, AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., untuk menjadi Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Lokon. Hal ini terungkap dalam apel penanganan Karhutla yang digelar di kawasan Gunung Lokon, Rabu (14/10).
“Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon telah menetapkan status tanggap darurat. Juga telah membentuk Satgas penanganan Karhutla. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Kapolres Tomohon, AKBP Novrial Alberti Kombo, ditunjuk sebagai Komandan Satuan Tugas,” ujar Caroll.
Dengan penetapan tersebut, wali kota menyerahkan pelaksanaan koordinasi dan pengendalian operasional penanganan Karhutla kepada Dansatgas. Ini agar seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak secara terpadu di lapangan. Caroll pun mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta seluruh unsur terkait yang telah berpartisipasi dalam upaya penanganan Karhutla di Gunung Lokon.
“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama agar penanganan Karhutla dapat dilaksanakan dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Tomohon dalam arahannya menjelaskan, personel gabungan akan dibagi menjadi dua tim. Bertugas untuk melakukan penyisiran dan penanganan di sisi kanan dan kiri kawasan yang terdampak kebakaran. Pembagian tim melibatkan unsur TNI, Brimob, Polres Tomohon, Sabhara, serta pemerintah daerah.
“Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan upaya pemadaman. Khususnya mencegah api meluas dan menjalar ke kawasan permukiman warga,” kata Kombo.
Dansatgas menjelaskan, berdasarkan pengecekan sebelumnya oleh personel Kodim, titik api di kawasan yang mendekati Batu Licin atau Gunung Empung telah padam. Namun, potensi munculnya kembali api tetap perlu diwaspadai. Terutama karena kondisi angin yang dapat memicu penyebaran kebakaran.
“Prioritas kita adalah memastikan api yang berada di bagian bawah tidak menjalar ke permukiman warga. Saya meminta seluruh personel melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Menjaga kerja sama dan saling menghargai dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan keselamatan masyarakat. Apabila ditemukan warga yang masih berada di pondok atau kebun di sekitar kawasan terdampak, petugas diminta mengarahkan mereka kembali ke permukiman. Ini guna mengantisipasi risiko terjebak atau terkepung api apabila kebakaran meluas.
Adapun apel ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan koordinasi lintas instansi dalam penanganan Karhutla di kawasan Gunung Lokon. Sekaligus memastikan pelaksanaan tugas pemadaman berjalan secara terkoordinasi, efektif dan mengutamakan keselamatan personel serta masyarakat.
Setelah pelaksanaan apel, seluruh personel diarahkan untuk melaksanakan pembagian tugas, pengecekan lokasi serta upaya penyisiran dan pemadaman. Kegiatan lapangan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.00 Wita, kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi dan evaluasi bersama di lokasi apel.
Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H., bersama , menghadiri Apel Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Lokon yang dilaksanakan di Kawasan Gunung Lokon Tomohon, Rabu (14/10/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., Dandim 1302/Minahasa, Letkol Inf. Bonaventura Ageng Fajar Santoso, personel TNI, Brimob, unsur Polres Tomohon,, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tomohon serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tomohon.


