Penulis: Sunadio Djubair
Tutuyan – Di balik sorak-sorai penonton saat Lomba Drumband dalam rangka HUT RI ke-80, ada sosok sederhana yang menjadi pusat perhatian. Dialah Honi Bachmid, atau akrab disapa Ami’ Son, seorang petugas keamanan (security) di SDN 1 Bulawan yang tak disangka mampu melahirkan penampilan memukau dari para siswanya.
Awalnya, langkah Honi untuk melatih drumband sempat dipandang sebelah mata. Banyak yang meragukan kemampuannya, sebab latar belakangnya bukanlah seorang pelatih musik apalagi drumband. Namun, dengan tekad kuat dan semangat yang tulus, ia perlahan membuktikan bahwa keraguan itu hanyalah bayangan semu.
Honi mengakui, perjalanan membimbing anak-anak SDN 1 Bulawan bukanlah hal mudah. Selain harus membagi waktu dengan tugasnya menjaga keamanan sekolah, ia juga harus belajar lebih dalam tentang teknik dasar drumband. Namun berkat kerja sama dengan guru-guru, dukungan Kepala Sekolah, serta bantuan para orang tua murid, semua proses berjalan hingga akhirnya membuahkan hasil manis.
“Terimakasih untuk Kepala Sekolah dan guru-guru SDN 1 Bulawan atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk melatih dan membimbing anak-anak dari awal sampai akhir. Tak lupa pula untuk orang tua wali murid yang turut membantu. Sekali lagi banyak trimah kasih sukur mo anto, insyaAllah sehat-sehat torang samua, ketemu lagi tahun depan,” ungkap Honi dengan penuh rasa syukur.
Penampilan siswa-siswi SDN 1 Bulawan di ajang lomba drumband kemarin menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Justru dari tangan seorang yang awalnya diremehkan, lahir sebuah persembahan membanggakan yang mengharumkan nama sekolah.
Kini, Honi Bachmid bukan hanya dikenal sebagai sosok yang menjaga pintu gerbang sekolah, tetapi juga sebagai pelatih yang mampu membuka pintu kesempatan bagi anak-anak untuk berani tampil percaya diri di atas panggung. (*)


