Monday, August 31, 2026
HomeDAERAHTOMOHONPrioritas Keselamatan, Tiga Gunung Ditutup

Prioritas Keselamatan, Tiga Gunung Ditutup

Penulis: Hendra Mokorowu

Tomohon, inatara.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon memprioritaskan keselamatan manusia dan lingkungan alam. Ini berkaitan dengan langkah mitigasi terhadap potensi becana alam sebagai dampak daripada el nino. Langkah penutupan aktivitas pendakian di tiga gunung, yakni Lokon, Empung dan Mahawu, akhirnya dilakukan.

Hal ini juga memperhatikan rekomendasi teknis dari BKSDA Sulawesi Utara (Sulut) dan Pos Pengamatan Gunung Api PVMBG. Bahkan ada arahan dan instruksi Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Sulut, terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dalam menghadapi musim kemarau.

Kebijakan ini tidak hanya dimaksudkan untuk menghentikan aktivitas para pendaki maupun komunitas pencinta alam. Akan tetapi, langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian dan tanggung jawab bersama untuk mencegah terjadinya risiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa sekaligus melindungi kawasan hutan dan ekosistem dari potensi kerusakan maupun kebakaran.

Gunung Lokon saat ini berstatus waspada level II, sehingga aktivitas masyarakat dalam radius 1,5 kilometer dari kawah tompaluan harus dihindari sesuai rekomendasi PVMBG. Sementara Gunung Empung berada dalam kawasancagar alam Lokon-Empung dan secara geografis berada tepat di depan kawah tompaluan. Aktivitas di kawasan tersebut juga perlu mengikuti ketentuan konservasi dan batas keselamatan yang berlaku.

Adapun Gunung Mahawu saat ini berstatus level I atau normal. Namun, wilayah ini merupakan kawasan hutan lindung yang tetap harus dijaga. Terlebih dalam kondisi musim kemarau ketika potensi Karhutla dapat meningkat. Pemkot Tomohon melalui Kalaksa BPBD, Hengkie Supit mengajak masyarakat, khususnya para pendaki dan komunitas pencinta alam, untuk menahan diri dan mendukung kebijakan ini, Minggu (30/8).

“Menutup jalur pendakian bukan berarti menghentikan kecintaan kita kepada alam. Justru dengan menahan diri, mematuhi ketentuan dan menjaga kawasan, kita sedang menunjukkan cara mencintai alam dengan menghormati keselamatan dan kelestariannya,” ujar Supit.

Semangat kebersamaan antara pemerintah daerah, masyarakat, komunitas pencinta alam dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan bisa mengambil bagian dalam pencegahan Karhutla. Utamanya melakukan perlindungan kawasan konservasi dan hutan lindung. Juga peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. BPBD bersama pemerintah kelurahan dan kecamatan telah memasang sejumlah baliho peringatan sebagai sosialisasi bagi masyarakat. Pihaknya juga berharap kepada pencinta alam, pemandu wisata dan masyarakat sekitar, dapat membantu menyosialisasikan kebijakan ini.

“Penutupan ini tidak permanen, kita berharap semua bisa normal lagi dan pasti akan kami umumkan kembali untuk pembukaan jalur pendakian. Keselamatan jiwa adalah prioritas. Kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Monday, August 31, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments