Penulis: Hendra Mokorowu
Tomohon, inatara.com — Wakil Wali Kota, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., membuka secara resmi kejuaraan taekwondo Garuda Muda’95 Wali Kota Tomohon Cup Series II tahun 2026. Pembukaan turnamen ini dilaksanakan di gedung olahraga Babe Palar Tomohon, Sabtu (29/8). Kejuaraan ini menjadi salah satu wadah pembinaan dan pengembangan olahraga taekwondo. Sekaligus memberikan kesempatan bagi para atlet untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding serta meningkatkan mental kompetisi.
Membacakan sambutan Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, S.H., Rumajar menuturkan apresiasi dari pemerintah kota (Pemkot) kepada Garuda Muda’95 yang secara berkelanjutan terus menggerakkan dan mengembangkan olahraga taekwondo. Taekwondo merupakan cabang olahraga yang memperlihatkan kekuatan fisik, kesigapan, pertahanan serta teknik menyerang.
“Lebih daripada itu, taekwondo mengajarkan kita tentang disiplin, kerja keras, ketekunan, keberanian, kerendahan hati serta semangat untuk terus berjuang dan tidak mudah menyerah,” baca Rumajar.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, berkarakter dan kuat. Sebab itu, Pemkot Tomohon menyambut baik pelaksanaan kejuaraan ini. Apalagi, kegiatan ini menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, memperkuat mental kompetisi dan mengukur hasil latihan yang telah dijalani. Seluruh atlet yang mengikuti kejuaraan, disampaikan pesan agar tidak takut menghadapi pertandingan maupun lawan.
“Jangan pernah takut untuk bertanding. Jangan takut untuk menghadapi lawan. Jangan takut kalah. Yang harus ditakutkan adalah ketika kalian berhenti berlatih, berhenti berjuang dan tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri,” pesan Rumajar.
Ia menambahkan, setiap pertandingan merupakan kesempatan untuk belajar. Kemenangan harus disyukuri. Sementara, kekalahan harus dijadikan bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik. Menurut dia, atlet yang hebat bukanlah yang tidak pernah kalah. Melainkan atlet yang mampu bangkit setiap kali mengalami kekalahan. Kejuaraan ini dinilai memiliki arti strategis dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara. Pemkot Tomohon terus mendorong agar para atlet mendapatkan kesempatan yang cukup untuk berlatih dan bertanding.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Prestasi lahir dari proses yang panjang, yaitu latihan keras, kedisiplinan, pengorbanan serta dukungan dari para pelatih, orang tua, organisasi dan pemerintah,” ungkapnya.
Kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi salah satu tahapan penting dalam mematangkan atlet-atlet taekwondo di seluruh Sulawesi Utara, khususnya atlet kota Tomohon. Atlet diharapkan mampu mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan, memperbaiki teknik, meningkatkan kemampuan fisik serta memperkuat mental bertanding. Dengan pembinaan yang baik dan kerja keras konsisten, diharapkan atlet-atlet taekwondo kota Tomohon mampu berprestasi bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional hingga internasional.
“Pemkot Tomohon akan terus mendorong pembangunan dan pembinaan olahraga sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat, tangguh, berkarakter dan berprestasi. Kita ingin olahraga melahirkan sosok juara, generasi muda yang memiliki integritas, semangat juang dan rasa tanggung jawab,” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sulawesi Utara, Amelia Tungka, Kapolsek Tomohon Selatan, Ipda Stani Elias, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Daerah, Sony Saruan, Ketua Panitia, Refli Haryanto, para atlet, wasit dan juri.


