Penulis: Filo Karundeng
Tutuyan – Ketua DPRD Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah konkret untuk membantu masyarakat menghadapi fenomena El Nino dan kemarau panjang yang berpotensi berdampak pada berbagai sektor.
Samsudin menilai pemerintah tidak cukup hanya mengantisipasi ancaman kebakaran, tetapi juga perlu memikirkan dampak kemarau terhadap petani, nelayan hingga ketersediaan pangan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu menghadirkan solusi dan inovasi agar masyarakat, khususnya petani, tetap dapat menjalankan aktivitas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Pemerintah harus memberikan solusi dan inovasi kepada masyarakat serta para petani dalam menghadapi kemarau panjang ini,” kata Samsudin, Senin (24/08/2026).
Ia juga menyoroti kondisi nelayan yang turut terdampak. Kemarau panjang, kata dia, kerap disertai angin kencang yang membuat nelayan kesulitan melaut dan mencari nafkah.
“Begitu juga dengan nelayan. Kemarau panjang biasanya disertai dengan kencangnya angin. Ini sangat berpengaruh bagi mereka, karena ketika angin kencang mereka tidak bisa melaut atau bekerja mencari nafkah,” ujarnya.
Samsudin menegaskan, perhatian pemerintah juga harus diarahkan pada ketersediaan pangan. Menurut dia, kemarau panjang berpotensi mengganggu produksi pertanian sehingga perlu diantisipasi sejak awal.
Selain itu, Samsudin memahami kondisi keterbatasan anggaran pemerintah. Namun, menurutnya, situasi tersebut justru membutuhkan kreativitas dan inovasi dalam mencari sumber daya lain yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat.
“Pemerintah dalam keterbatasan anggaran, dalam situasi ini berarti pemerintah harus melakukan inovasi untuk memberikan perhatian lebih kepada masyarakat di saat kemarau panjang ini,” katanya.
Ia mendorong pemerintah memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia melalui kolaborasi, selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.
Kolaborasi tersebut, lanjut Samsudin, dapat melibatkan perusahaan yang berinvestasi di Boltim, termasuk perusahaan pertambangan, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), perbankan hingga sektor geothermal.
“Manfaatkan sumber-sumber daya lain yang sudah ada, entah dalam bentuk kolaborasi asal tidak berbenturan dengan aturan,” ujarnya.
Samsudin menambahkan, Boltim memiliki beragam sektor ekonomi dan mata pencaharian masyarakat. Karena itu, dampak kemarau panjang tidak bisa dilihat hanya dari satu atau dua sektor.
“Harus diperhatikan itu, karena di Boltim punya beragam bidang dalam kerja. Tidak hanya satu atau dua. Dan semua pasti terdampak dengan musim kemarau ini,” pungkasnya.


