Penulis: Sunadio Djubair
Tutuyan – Sangadi (Kepala Desa-red) Kotabunan Barat (Kobar), Fitrianty Mokodompit, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di desanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk kembali menghidupkan aktivitas keagamaan yang telah lama tidak dilaksanakan.

Fitrianty mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya dari para pengurus sebelumnya, kegiatan serupa terakhir kali digelar sekitar tahun 2017. Meski sempat direncanakan kembali pada tahun 2022 hingga 2023, pelaksanaannya belum dapat terealisasi.
“Kami desa sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, karena setelah saya berbincang-bincang dengan pengurus, terakhir kali Desa Kotabunan Barat menyelenggarakan kegiatan seperti ini sudah cukup lama, kurang lebih tahun 2017 kalau tidak salah. Kemudian sempat ada perencanaan pada tahun 2022-2023, namun belum terlaksana,” ujar Fitrianty, Minggu (2/8/2026).

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momen yang sangat berharga karena mendapat dukungan penuh dari masyarakat Desa Kotabunan Barat. Antusiasme warga, khususnya kaum perempuan, menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan masih sangat dibutuhkan sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keislaman.
“Pada hari ini merupakan momen yang sangat luar biasa. Saya didukung penuh oleh seluruh masyarakat Kotabunan Barat. Ini adalah wadah bagi kita, khususnya perempuan muslimah, untuk berkumpul, belajar, dan memperkuat kebersamaan,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa Pemerintah Desa memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan BKMT karena dinilai memiliki manfaat besar dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan kaum perempuan, terutama mengenai nilai-nilai keislaman serta peran muslimah dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami dari pemerintah desa sangat merespons baik kegiatan ini. Insyaallah kegiatan ini menjadi wadah bagi para ibu-ibu untuk mendapatkan ilmu-ilmu tentang perempuan dan wanita muslimah, sehingga dapat memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Fitrianty juga meluruskan anggapan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat bahwa BKMT hanya diperuntukkan bagi pengurus atau anggota tertentu. Menurutnya, persepsi tersebut merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan.

Ia mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjadi penyampai informasi positif kepada masyarakat agar semakin banyak perempuan yang terdorong mengikuti kegiatan BKMT.
“Masih banyak yang belum mau bergabung karena mereka merasa bukan anggota BKMT. Padahal itu adalah salah pemahaman. Saya menitipkan pesan kepada seluruh ibu-ibu yang hadir agar menceritakan hal-hal positif dari kegiatan ini. Dengan begitu, ibu-ibu yang selama ini menganggap BKMT hanya milik pengurus akan tertarik dan penasaran untuk ikut bergabung. Seperti yang disampaikan tadi oleh Ibu Sekretaris, BKMT adalah wadah bagi seluruh organisasi Islam perempuan,” tutup Fitrianty. (*)


