Penulis: Clarina Rogi
Tomohon, inatara.com — Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) anyaman di kelurahan Kinilow, kecamatan Tomohon Utara, terus bertahan meski omzet tak menentu. Demikian seorang pengrajin, Dortje Pusung, yang akrab disapa Oma Oche, saat diwawancarai di salah satu kios anyaman Kinilow, Jumat (31/07).
Menurut Oma Oche, omzet usaha selama satu tahun sulit dihitung. Ini disebabkan karena jumlah penjualan tidak tetap. Namun, untuk pemasukan per bulan, bisa ditakarnya, hanya sekitar Rp300.000. Pun itu tergantung dari berapa banyak penjualan produk anyaman.
“Kalau pembeli ramai, pemasukan juga lumayan banyak. Tetapi kalau barang tidak laku, penghasilan jadi berkurang. Syukur masih bisa tutupi kebutuhan,” ujar Oma Oche.
Dirinya berharap, pemerintah bisa memberikan dukungan. Terutama dalam bantuan modal. Hal ini agar pelaku UMKM dapat membeli bahan baku dan mengembangkan usahanya.
“Kalau ada bantuan modal, tantu usaha ini bisa lebe berkembang. Dulu pernah ada bantuan, mar so lama dan torang nda dapa,” tutupnya.
UMKM lokal, khususnya dalam bidang seni rupa di Kinilow butuh beragam perhatian pemerintah. Baik di sisi finansial maupun dukungan lainnya.


