Monday, May 25, 2026
HomeLAINNYASabotase Air Bersih, Oknum Perusak SPL-RPL Resahkan Warga Kotabunan-Bulawan

Sabotase Air Bersih, Oknum Perusak SPL-RPL Resahkan Warga Kotabunan-Bulawan

Penulis: Sunadio Djubair

Tutuyan – Warga di wilayah Kotabunan dan Bulawan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali menghadapi gangguan distribusi air bersih.

Gangguan ini disebabkan oleh ulah oknum tak bertanggung jawab yang diduga sengaja merusak instalasi air di bagian bak Sumber Penampungan Lokal (SPL) dan Reservoir Penampungan Lokal (RPL).

Insiden tersebut memicu keresahan di kalangan masyarakat, mengingat air merupakan kebutuhan pokok yang sangat vital. Padahal, warga selama ini telah berupaya menjaga dan merawat fasilitas distribusi air tersebut secara swadaya demi keberlangsungan kebutuhan bersama.

Sayangnya, tindakan tidak bertanggung jawab ini justru menghambat upaya kolektif masyarakat dalam memastikan kelancaran pasokan air bersih.

Salah satu warga Kotabunan Selatan, Febrianto yang juga merupakan tenaga perbantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Boltim menyampaikan himbauan kepada masyarakat melalui akun Facebook pribadinya.

“Assalamualaikum, sekedar himbauan untuk aer bagian Kotabunan dan Bulawan. Torang so jaga bekeng ini aer, tapi ada oknum yang sengaja pigi kore-kore di bak SPL dan RPL. Jadi aer skarang jaga mati-mati gara-gara itu,” tulis Febri dalam unggahannya, Rabu (28/5/2025).

Pernyataan tersebut menjadi peringatan bagi seluruh warga agar lebih peduli terhadap fasilitas umum, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan hidup seperti air bersih.

Menurut informasi yang diterima, pihak pengelola distribusi air saat ini sedang melakukan pengecekan dan perbaikan di titik-titik yang terdampak. Namun, pemulihan sistem memerlukan waktu dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar distribusi air bisa kembali normal.

Akibat gangguan ini, banyak rumah tangga di wilayah Kotabunan dan Bulawan terpaksa mengalami kekurangan pasokan air bersih.

Dengan meningkatnya perhatian dari berbagai pihak, mulai dari warga, aparat desa, hingga dinas teknis terkait, diharapkan gangguan distribusi air ini dapat segera diatasi. Lebih dari itu, diharapkan pula kesadaran bersama dalam menjaga fasilitas umum bisa terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa yang akan datang. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Monday, May 25, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments