Sunday, May 31, 2026
HomeDUCARESorot Sejumlah Persoalan PIP di Sulut, Sarundajang Minta Orang Tua dan Sekolah...

Sorot Sejumlah Persoalan PIP di Sulut, Sarundajang Minta Orang Tua dan Sekolah Proaktif

Penulis: Rikson Karundeng

Tomohon – Program Indonesia Pintar (PIP) terus bergulir. Beragam manfaat dinikmati masyarakat. Namun, sejumlah persoalan masih terselip saat program Presiden Joko Widodo ini berjalan.

Keluh masyarakat didengar langsung personel Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Vanda Sarundajang, Rabu (22/02/2023).

Saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di Tomohon dan Manado, Sarundajang bercakap dengan para orang tua murid. Mendengar aspirasi dan memberi respons secara langsung terkait PIP.

“Saya berkeliling ke sekolah-sekolah memang untuk menginventarisir masalah serta keluhan yang ada mengenai Program Indonesia Pintar,” kata Sarundajang, saat berada di Sekolah Dasar (SD) GMIM 8 Tomohon, Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon.

Usai memberikan penjelasan soal apa dan bagaimana PIP, Sarundajang membuka percakapan dengan para orang tua siswa. Ada keluhan soal proses yang dialami di bank hingga persoalan pendataan. Semua pertanyaan langsung dijawab oleh anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPR RI ini.

Kepada wartawan, Sarundajang juga mengakui jika keluhan yang sama terjadi secara nasional. Untuk SD, Bank Rakyat Indonesia (BRI) ditunjuk sebagai bank penyalur. Beberapa keluhan yang didapati, banknya tutup, antriannya panjang hingga ada orang tua yang harus mengantri dari subuh.

“Sudah kami inventarisir masalahnya dan sudah kami sampaikan ke Pak Menteri (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi). Pihak bank terkait sudah dipanggil supaya disampaikan masalah ini dan dicarikan solusinya,” ungkap Sarundajang.

Di sisi lain, ia meminta agar orang tua siswa harus proaktif soal ketentuan waktu yang diberikan saat pencairan dana PIP.

“Sebenarnya kan ini batas akhirnya sampai tanggal 31 Desember sudah selesai. Cuma karena banyak keluhan dari orang tua murid, kami suarakan ke Komisi X dan Pak Menteri, sehingga diperpanjang sampai tanggal 15 Februari. Tapi masih banyak juga yang mengeluhkan, jadi sangat disayangkan. Saya harap orang tua bisa lebih proaktif dalam mempersiapkan serta melakukan pencairan PIP ini,” pintanya.

Ia juga mengungkapkan masalah murid yang pindah sekolah, dan yang sudah lulus sekolah, tapi masih terdaftar sebagai penerima.

“Ada juga masalah seperti murid yang pindah sekolah atau yang pas terdaftar masih kelas enam dan sudah lulus, jadi kan kelulusan di bulan Juni-Juli sedangkan data diambil dari bulan April-Mei. Pas setelah keluar Surat Keterangan (SK), sudah di Sekolah Menengah Pertama (SMP),” kata Sarundajang.

Dalam kondisi tersebut, biasanya guru sekolah asal sering kebingungan untuk mencari siswa penerima beasiswa.

“Makanya kami berharap agar orang tua, juga guru dan pihak sekolah ikut proaktif. Jika memang ada yang masih bisa dihubungi, ya usahakan dihubungi orang tuanya agar bisa ikut menerima manfaat. Karena PIP ini kan sangat membantu dan sangat dicari,” tandasnya.

Sarundajang juga mengakui dirinya tak pernah tinggal diam merespons persoalan tersebut. Karena itu, timnya selalu dikerahkan untuk jemput bola ke sekolah dan lakukan pendataan ulang.

“Jadi saat ketika kami cek bahwa banyak data yang belum diaktifasi, kami selalu perintahkan tim turun lagi ke sekolah-sekolah untuk lakukan pendataan lagi. Karena kami sudah proaktif, saya minta pihak orang tua dan pihak sekolah juga seperti itu,” tegasnya.

Sarundajang berharap semua yang terlibat dalam PIP, baik orang tua murid maupun pihak sekolah, selalu ikut proaktif agar program baik ini bisa terus berjalan dengan baik.

“Ke depannya saya berharap pihak sekolah dan orang tua murid bisa terus proaktif, karena menurut saya beasiswa PIP ini kan memang dibutuhkan. Jadi saya dan pemerintah berharap semua bisa terus terealisasi,” tandasnya.

Dijelaskan, PIP juga merupakan tindak pencegahan naiknya angka putus sekolah. Selama ini pemerintah selalu menaruh perhatian terhadap angka putus sekolah. Namun, tahun belakangan angka putus sekolah masih tinggi. Jadi lewat PIP, ia berharap bisa turut mencegah persoalan tersebut.

Sarundajang memastikan, pihaknya akan terus berusaha agar angka serta kuota PIP bisa terus bertambah.

“Ke depannya saya dan tim akan terus berusaha yang sebaik-baiknya agar kuota serta angka PIP bisa terus bertambah,” ujarnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Sunday, May 31, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments