Penulis: Roniem
Tomohon, inatara.com — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tomohon melakukan audiensi dengan Legislator Kota Sejuk. Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, Selasa (3/3), kemarin. Rombongan Dekranasda dipimpin langsung Ketua, drg. Jeand’arc Karundeng dan diterima Ketua Komisi III DPRD Tomohon, Maria Pijoh.
Audiensi ini membahas evaluasi program kerja Dekranasda periode 2020–2025. Sekaligus memaparkan rencana strategis lima tahun ke depan. Khususnya dalam penguatan sektor kerajinan dan pengembangan batik Tomohon sebagai identitas daerah. Karundeng menjelaskan, selama lima tahun terakhir Dekranasda telah melakukan pendataan pelaku UMKM se-kota Tomohon. Mulai dari pengrajin bambu, batik, hingga produk kriya lainnya. Berbagai pelatihan peningkatan kapasitas pun telah dilaksanakan, termasuk promosi produk di berbagai event daerah.
“Salah satu program kami adalah lomba desain batik Tomohon bekerja sama dengan PKK. Ini menjadi langkah awal membangun ciri khas batik daerah yang merepresentasikan budaya dan potensi lokal,” tutur Karundeng.
Saat ini, pelatihan membatik juga sedang berlangsung di Michino Eki Pakewa. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, namun masih terkendala keterbatasan anggaran. Banyak warga, terutama ibu-ibu dan generasi muda, berminat belajar membatik sebagai peluang usaha rumahan. Untuk itu, Dekranasda bersama PKK berencana memperluas pelatihan hingga ke kelurahan-kelurahan. Harapannya, ke depan akan terbentuk sentra produksi batik Tomohon yang mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun menjadi cendera mata khas bagi wisatawan.
“Dekranasda juga mengusulkan kebijakan untuk penggunaan batik setiap hari Jumat oleh ASN dan pelajar. Usulan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal, sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi pengrajin,” tambahnya.
Sementara, Ketua Komisi III DPRD Tomohon menyatakan dukungan penuh terhadap program Dekranasda. DPRD siap mengawal lahirnya peraturan daerah (Perda) tentang batik Tomohon sebagai payung hukum pengembangan dan pelestarian batik daerah. Menurut Pijoh, membudayakan batik Tomohon tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi. Tetapi juga memperkuat identitas daerah serta menunjang sektor pariwisata.
“Batik khas Tomohon diharapkan menjadi cendera mata resmi bagi tamu dan wisatawan. Ini sejalan dengan visi Wali Kota Caroll Senduk untuk menjadikan Tomohon sebagai Kota Pariwisata Dunia. Di mana, penguatan ekonomi kreatif dan kerajinan lokal menjadi salah satu pilar pendukung,” kata Pijoh didampingi anggota Komisi III, Syaloom Mokorimbam, Rocky Polii dan Veybie Simbar.
Turut mendampingi Ketua Umum Dekranasda dalam audiensi, Sekretaris Jacqualin Mangulu serta para koordinator bidang, yakni Julya Moningka, Habelana Lucia Goni, Harriet Marzan, Grace Nelwan, Yelliy Mongdong, dan Sheila Sampul. (*)


