Penulis: Charles Somba
Bitung, inatara.com – Kota Bitung menunjukkan taringnya sebagai destinasi internasional sekaligus pusat pelayanan publik yang agresif. Selasa (17/3/2026), Pemerintah Kota Bitung mencatatkan dua agenda strategis, yakni penyambutan kapal pesiar mewah Queen Mary 2 dan lobi peningkatan kualitas kesehatan di Jakarta.
Pelabuhan Bitung menjadi pusat perhatian dunia saat kapal pesiar megah tersebut bersandar dengan membawa 2.481 penumpang dan 1.258 kru mancanegara. Kedatangan tamu internasional ini disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos, bersama GM Pelindo Regional 4 Bitung, James David Hukom. Para wisatawan tampak antusias mengeksplorasi destinasi wisata serta budaya lokal, yang diharapkan mampu mendongkrak ekonomi UMKM di Bitung.

Randito menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan dunia internasional terhadap Pelabuhan Bitung sebagai gerbang pesiar di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa hingga tahun 2028, sudah ada agenda sembilan kapal pesiar lagi yang akan singgah. Selain fokus pada dampak ekonomi, Randito juga meminta pihak Pelindo memberikan ruang bagi warga lokal yang ingin melihat langsung kemegahan kapal tersebut sebelum dijadwalkan berlayar kembali pada pukul 17.00 WITA.

Di saat yang bersamaan, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, bergerak cepat di level pusat dengan melaksanakan audiensi bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, di Jakarta. Pertemuan ini bertujuan memperkuat dukungan pemerintah pusat dalam peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Bitung, termasuk permohonan beasiswa SDM Kesehatan dan dukungan alat kesehatan untuk meningkatkan status rumah sakit menjadi Kelas C.

Dalam audiensi tersebut, dibahas pula percepatan akreditasi, peluang kerja sama dengan BPJS Kesehatan, hingga rencana peresmian rumah sakit dalam waktu dekat. Sinergi ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bitung untuk tidak hanya sukses menjual pesona wisatanya ke mata dunia, tetapi juga tetap fokus menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. (*)


