Wednesday, April 15, 2026
HomeLAINNYAKaryawan Security Dipukul Atasan, PT ASA Diduga Bungkam

Karyawan Security Dipukul Atasan, PT ASA Diduga Bungkam

Penulis: Sunadio Djubair

Tutuyan – Insiden kekerasan yang diduga melibatkan atasan langsung terhadap bawahan kembali mencoreng dunia ketenagakerjaan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Kali ini, seorang karyawan perusahaan keamanan diduga menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh Suptend Security berinisial (MT), yang dikontrak langsung oleh PT Arafura Surya Alam (ASA).

Korban diketahui berinisial (CW) yang berdomisili di Desa Paret, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim ini, merupakan karyawan dari PT Nawakara Perkasa Nusantara, perusahaan penyedia jasa keamanan yang bermitra dengan PT ASA.

Peristiwa ini sontak memicu perhatian publik, khususnya para pemuda dan tokoh masyarakat di wilayah Boltim. Salah satu tokoh pemuda, Asmawan Lasambu, secara tegas mengecam tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan kerja tersebut.

“Tindakan seperti ini tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apa pun, apalagi dilakukan oleh seorang atasan terhadap bawahannya. Ini bentuk intimidasi dan pelanggaran hak asasi pekerja. Kami mendesak agar PT ASA bersikap tegas apalagi kasus ini sudah berjalan kurang lebih seminggu,” ujar Lasambu, Selasa (5/8/2025).

Ia juga menegaskan, bahwa kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi perusahaan terkait sistem pengawasan dan pembinaan terhadap jajaran pengamanan internal maupun outsourcing, “Suptend bisa saja di ambil dari daerah Boltim, kan banyak pensiunan kenapa harus dari luar, kalau suptendnya orang Boltim pasti menambah perputaran perekonomian,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh media ini, Manager PT ASA, Regi Pontoh, memberikan keterangan singkat bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan internal atas insiden tersebut.

“Masih dalam proses investigasi,” ujar Pontoh melalui pesan singkat.

Pernyataan tersebut menandakan bahwa pihak perusahaan belum mengambil langkah resmi terhadap Suptend MT. Namun, publik mendesak agar proses hukum tetap dijalankan secara transparan demi keadilan bagi korban dan kepastian hukum bagi semua pihak.

Di sisi lain, perwakilan PT Nawakara Perkasa Nusantara juga belum memberikan tanggapan resmi atas kejadian ini.

Insiden ini menambah deretan kasus dugaan kekerasan dalam dunia kerja yang melibatkan atasan terhadap bawahan. Jika tidak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan akan menciptakan ketakutan dan menurunkan semangat kerja para karyawan, terutama mereka yang bekerja dalam sistem outsourcing.

Masyarakat Boltim berharap agar perusahaan dan aparat hukum segera menindaklanjuti kasus ini secara objektif, transparan, dan berkeadilan. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wednesday, April 15, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments