Penulis: Sunadio Djubair
HAWA bahagia membungkus Ireniza Dwikasinta Pradevi Kartoredjo. Itu terlihat jelas dari sorot mata dan gerak bibirnya. Nona 22 tahun ini tampak senang saat ikut wisuda yang dihelat di Sutan Raja Hotel tepatnya di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rabu 10 Juli 2024.
Sekira empat tahun menjalani kulia di IAIN Manado, akhirnya anak dari pasangan Muhamat Kartoredjo dan Risma Dama ini meraih gelar Sarjana Hukum (SH). Ia pun gembira dan berterima kasih kepada kedua orang tua.
“Hari ini saya merasa sangat senang, sebab apa yang saya impikan bisa tercapai dan hari ini saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua saya yang selalu mendukung saya hingga sampai di titik ini,” ujar remaja yang akrab disapa Irenne ini.

Kepada para jurnalis, Irenne sedikit berkisah. Ia berujar, kurang lebih 4 tahun menjalani kulia, banyak suka duka yang dilalui. Namun, berkat doa dan dorongan orang tua, ia mampu melewati semua aral yang melintang.
“Selama kulia banyak suka maupun duka. Tapi aku yakin dan percaya bahwa semua itu ujian bagi saya. Orang tua juga selalu memberikan suppor serta doa agar kelak aku bisa meraih apa yang saya cita-citakan. Berkat doa orang tua, Alhamdulillah hari ini saya bisa meraih gelar Sarjana Hukum. Sekali lagi terima kasih papa, terima kasih mama Gelar sarjana ini kupersembahkan terkhusus untuk mama papa,” ungkap Irenne.

Puncak segala asa telah terwujud, yang diraih Irenne saat ini merupakan cita-cita yang sungguh lama dinanti. Sebagai anak yang berbakti, ia memeluk erat orang tuanya dengan mata berkaca-kaca, usai acara wisuda.
Di tengah riuh ramai Sutan Raja Hotel, Irenne tak bisa menutup rasa bahagianya. Ucapan syukur bagi Sang Khalik dan kedua orang tua terus terucap. Menurutnya, ridho orang tualah sehingga perjuangannya bisa dilewati dengan banyak kemudahan.
Selama empat tahun, menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Irenne mampu mendaki gunung tinggi demi mewujudkan senyum orang tua. Kata Irenne, puncak kebahagiaan adalah disaat dirinya bisa membahagiakan kedua orang tuanya.
“Papa, mama, Irenne so klar. Irenne so sarjana. Iren kurang mo cari kerja biar papa deng mama pe beban sadiki takurang,” tuturnya sambil memeluk kedua orang tuanya.

Air Mata Bahagia Tak Dapat Dibendung
Mimpi Muhamat Kartoredjo dan Risma Dama kini menjadi kenyataan. Sang anak, Ireniza Dwikasinta Fradevi Kartoredjo, akhirnya meraih gelar Sarjana Hukum. Air mata tak terbendung melihat sang buah hati, namun pria yang akrab disapa Matt Rey tetap bertahan dengan pandangannya yang tertuju pada anak pertamanya yang menjadi bagian dari peserta wisuda IAIN Manado pada Rabu 10 Juli 2024.
Risma Dama, ibu dari Ireniza, tampak berusaha menyeka air mata yang tak berhenti berlinang. Rasa bahagia dan bangga tak mampu dia sembunyikan.
Matt Rey dan Risma terus menatap anaknya saat prosesi wisuda sarjana buah hati mereka. Suasana diselimuti Rasa haru, bangga, disertai linangan air mata.
“Hari ini kami sangat bangga dan bahagia. Perjuangan Irenne bisa sampai di titik yang membanggakan ini tidaklah mudah. Ini sangat luar biasa,” ujar Risma Dama dengan mata berkaca-kaca.
“Sebagai orang tua, kami sangat bangga ketika melihat buah hati kami menyandang gelar sarjana. Bagi kami, puncak kebahagian dan kesuksesan orang tua adalah pada saat melihat anaknya ikut wisuda dan memperoleh gelar sarjana,” timpal Matt Rey.

Matt Rey yang juga merupakan seorang jurnalis ini, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada dosen dan pimpinan IAIN Manado yang telah mendidik anaknya hingga bisa meraih gelar sarjana.
“Sebagai orang tua, tentunya kami sangat berterima kasih kepada para dosen dan pimpinan IAIN Manado yang telah mendidik anak kami hingga menjadi sarjana,” ucap Pemimpin Redaksi Media Online TotabuanExpress.co.id ini. (*/Young)


