Penulis: Josua Wajong
Bogor – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-IV, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) dilakukan secara hybrid melalui aplikasi Zoom dan dari Sekretariat Nasional di Bogor, 26 sampai 28 September 2022.
Pelaksanaan Rakernas IV dilakukan selama tiga hari dan melibatkan 94 pemuda adat yang menjadi keterwakilan daerah atau komunitas dari tujuh region yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali Nusra, Sulawesi, Maluku, Papua.
Ketua Umum (Ketum) BPAN, Michelin Sallata dalam penyampaian Laporan Penyelenggaraan Organisasi (LPO) mengatakan bahwa BPAN dalam delapan bulan terakhir telah mengalami banyak perkembangan.
“Dalam masa konsolidasi-konsolidasi regional menuju Jambore Nasional (Jamnas) IV BPAN, telah terbentuk sedikitnya delapan Wilayah Pengorganisasian (WP). Tujuh WP terbentuk dari April sampai Agustus 2022. Selain pembentukan, beberapa konsolidasi telah dilaksanakan di beberapa daerah seperti Tana Luwu, Jambi, Tabanan, Bali, Nusa Tenggara Timur,” urai Ketum BPAN.
Selain itu, dalam LPO, Ketum BPAN mendeskripsikan ada 15 kerjasama yang dihasilkan sejak bulan Februari sampai September 2022.
“Dari kerja sama dengan beberapa organisasi, saya sangat senang karena bisa mengutus rekan-rekan pemuda adat yang memiliki kompetensi dan kapabilitas sesuai dengan kegiatan yang dilakukan. Hal ini tentu berpengaruh terhadap peningkatan kapasitas pemuda adat di nusantara,” ujarnya.
Dalam sesi akhir, penutupan Rakernas IV BPAN. Sallata menyampaikan harapan dan apresiasi terhadap seluruh pemuda adat di nusantara.
“Semoga BPAN semakin menjadi organisasi pemuda adat yang terus bangkit, bersatu, bergerak mengurus wilayah adatnya. Semakin banyak pemuda adat yang melakukan ‘Gerakan Pulang Kampung’ demi menjaga kedaulatan dan identitas pemuda adat. Tentunya, saya sangat mengapresiasi segala kinerja, energi, semangat, upaya dan kontribusi yang diberikan oleh rekan-rekan selama pelaksanaan Rakernas IV,” tutup Sallata.


