Wakil Rakyat Sorot Vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 1 Tomohon

0
1374
Miky Junita Linda Wenur

Penulis: Josua Wajong

Tomohon – Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tomohon terus menuai kritikan. Kegiatan positif yang dinilai melanggar protokol kesehatan (prokes) itu dianggap tak pantas diperagakan sebuah lembaga pendidikan.

Kali ini nada kiritis dilayangkan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, Ir. Miky Junita Linda Wenur, M.A.P. Ia menilai, seharusnya institusi pendidikan memberi contoh yang baik terkait penerapan prokes.

“Kejadian tersebut sangat disesali, apalagi dilakukan oleh institusi pendidikan yang sebaiknya harus memberikan contoh yang baik terkait penerapan protokol kesehatan,” ujar Wenur kepada media ini, Rabu (14/4/2021).

Apalagi menurutnya, Pemerintah Kota Tomohon telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Covid-19.

“Apalagi kita ketahui bagaimana seriusnya pemerintah pusat, pemerintan provinsi, sampai ke kota Tomohon. Bahkan kita di Tomohon sudah ada perda terkait dengan Covid-19 ini. Yang sebenarnya semuanya dilakukan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” tutup Wenur.

Diketahui, sebelumnya kegiatan vaksinasi yang dilakukan SMA Negeri 1 Tomohon, Selasa (13/4/2021), disorot sejumlah elemen masyarakat karena dinilai langgar prokses.

Terpantau media ini di lokasi kegiatan, para peserta yang merupakan guru-guru serta pegawai di sekolah tersebut, melakukan kerumunan. Jarak tempat duduk yang sepantasnya, juga tidak diterapkan.

Kondisi itu sempat dikeluhkan salah satu petugas kesehatan yang melakukan vaksinasi di tempat itu.

“Memang harusnya tidak perlu berkerumun supaya sesuai prokes. Berharap pimpinan di sekolah mengatur supaya semua tertib dan berjalan dengan baik,” ucap salah satu petugas medis di lokasi tersebut, yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara, pengawas kegiatan vaksinasi dari Dinas Kesehatan Kota Tomohon, saat ditanyai tanggapan terkait kerumunan yang terjadi, enggan memberi komentar. Terkesan hanya melemparkan tangung jawab ke kepala sekolah.

“Prokes tetap ada. Nanti jo langsung ba tanya pa depe kapala sekolah,” katanya.

Royke Rau, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tomohon, saat hendak dikonfirmasi, juga terlihat enggan memberikan komentar lebih.

“Ini bukang kerumunan, ini vaksin. Maksudnya ini katu ada petugas keamanan lei toh,” tuturnya dengan nada ketus. (Son)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here