Vaksin Covid-19 Masih Dimantapkan, Warga Diminta Tetap Jalankan Prokes 3M

0
258

Penulis: Hendro Karundeng

JAKARTA – Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam Dirga Sakti Rambe mengatakan saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sedang mengevaluasi keamanan dan efektivitas vaksin yang tiba beberapa waktu lalu. Setelah itu, vaksin baru akan diedarluaskan ke masyarakat.

Meski demikian, menurutnya banyak spekulasi di masyarakat terkait vaksin. Padahal saat ini, kajian masih dilakukan BPOM. Izin edar pun belum dikeluarkan.

”Ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan, vaksin yang kita gunakan betul-betul aman dan efektif,” kata Dirga.

Dia menyampaikan, vaksinasi merupakan upaya pemerintah dalam mengakhiri pandemi. Dia tidak sepakat jika Covid-19 akan hilang dengan sendirinya. Butuh langkah-langkah nyata untuk mengakhiri pandemi.

”Kita tidak bisa berdiam diri, ekonomi kita terpukul, bekerja juga menjadi sulit. Oleh karena itu, perlu ada upaya-upaya ekstra, yaitu protokol kesehatan harus dijalankan secara konsisten, dengan adanya vaksinasi nanti diharapkan membantu, karena vaksin memberi proteksi yang bersifat spesifik,” terang Dirga Sakti Rambe.

Kendati demikian, masyarakat juga tidak bisa hanya mengandalkan vaksin untuk mengakhiri pandemi. Melainkan harus dibantu dengan penerapan protokol kesehatan 3M. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

”Saya mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan 3M. Protokol kesehatan ini jangan sampai jadi slogan saja, sampai nanti setelah divaksinasi. Karena setiap upaya pencegahan tidak ada yang sempurna, jadi kita harus betul-betul melakukan semuanya,” ucap Dirga.

Lebih lanjut, Dirga menyatakan, setiap negara memiliki kebijakan masing-masing dalam pemberian vaksin untuk warganya. Di Indonesia pemerintah memprioritaskan pemberian kepada tenaga kesehatan dan penduduk berusia 18–59 tahun terlebih dahulu.

”Vaksin diberikan pada orang sehat sebagai upaya pencegahan. Dalam konteks pandemi Covid-19. Bagi pasien Covid-19 yang sudah sembuh tidak menjadi sasaran prioritas karena dianggap sudah memiliki kekebalan,” ujar Dirga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here